AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

Tak Lakukan Public Expose 2020, Ini Daftar Emiten yang Kena Sanksi

ECONOMICS
Aditya Pratama/iNews
Rabu, 24 Februari 2021 14:30 WIB
Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan sanksi berupa denda kepada perusahaan terbuka yang tidak melakukan Public Expose pada tahun 2020.
Tak Lakukan Public Expose 2020, Ini Daftar Emiten yang Kena Sanksi (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan sanksi berupa denda kepada perusahaan terbuka yang tidak melakukan Public Expose pada tahun 2020. Adapun aturan terkait public expose terdapat pada Ketentuan III.3 Peraturan Bursa No. I-E. 

Dalam pengumuman resmi BEI, sesuai dengan Ketentuan III.3 Peraturan Bursa No. I-E terkait dengan Public Expose, dinyatakan bahwa Perusahaan Tercatat wajib melakukan Public Expose tahunan sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun. 

Mengacu pada butir II.3 Peraturan Nomor I-H tentang Sanksi, dalam hal Perusahaan Tercatat dikenakan sanksi denda oleh Bursa, maka denda tersebut wajib disetor ke rekening Bursa selambat-lambatnya 15 hari kalender terhitung sejak sanksi tersebut dijatuhkan oleh Bursa.  

"Apabila Perusahaan Tercatat yang bersangkutan tidak membayar denda dalam jangka waktu tersebut di atas, maka Bursa dapat melakukan penghentian sementara perdagangan saham Perusahaan Tercatat di Pasar Reguler sampai dengan dipenuhinya kewajiban pembayaran denda tersebut," bunyi pengumuman BEI, Rabu (24/2/2021). 

Berdasarkan catatan Bursa, hingga tanggal 22 Februari 2021 yang merupakan batas akhir pembayaran denda pelaksanaan Public Expose terdapat 20 Perusahaan Tercatat yang belum melakukan pembayaran sebagai berikut: 

Berikut 8 perusahaan yang dikenakan suspensi di pasar reguler dan tunai:

1. CNKO PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk  

2. ETWA PT Eterindo Wahanatama Tbk  

3. GOLL PT Golden Plantation Tbk  

4. JGLE PT Graha Andrasenta Properindo Tbk 

5. KRAH PT Grand Kartech Tbk 

6. MABA PT Marga Abhinaya Abadi Tbk 

7. NUSA PT Sinergi Megah Internusa Tbk

8. SIMA PT Siwani Makmur Tbk

Adapun 12 perusahaan yang dikenakan suspensi di seluruh pasar: 

1. ARMY PT Armidian Karyatama Tbk. 

2. COWL PT Cowell Development Tbk 

3. ENVY PT Envy Technologies Indonesia Tbk 

4. KBRI PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk  

5. MTRA PT Mitra Pemuda Tbk  

6. MYRX PT Hanson International Tbk 

7. NIPS PT Nipress Tbk 

8. RIMO PT Rimo International Lestari Tbk 

9. SKYB PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk 

10. SUGI PT Sugih Energy Tbk 

11. TELE PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk 

12. TRAM PT Trada Alam Minera Tbk

"Berdasarkan penjelasan di atas, maka Bursa memutuskan untuk melakukan Perpanjangan penghentian sementara perdagangan efek di Pasar Reguler dan Pasar Tunai untuk 20 Perusahaan Tercatat tersebut," bunyi pengumuman BEI. (Sandy)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD