AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/10/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
518.56
-0.09%
-0.46
IHSG
6656.00
-0.04%
-2.77
LQ45
975.16
-0.13%
-1.28
HSI
26136.02
1.35%
+348.81
N225
29255.55
0.14%
+40.03
NYSE
16988.16
0.75%
+126.16
Kurs
HKD/IDR 1,808
USD/IDR 14,075
Emas
805,176 / gram

Tak Lakukan Public Expose 2020, Ini Daftar Emiten yang Kena Sanksi

ECONOMICS
Aditya Pratama/iNews
Rabu, 24 Februari 2021 14:30 WIB
Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan sanksi berupa denda kepada perusahaan terbuka yang tidak melakukan Public Expose pada tahun 2020.
Tak Lakukan Public Expose 2020, Ini Daftar Emiten yang Kena Sanksi (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Bursa Efek Indonesia (BEI) menjatuhkan sanksi berupa denda kepada perusahaan terbuka yang tidak melakukan Public Expose pada tahun 2020. Adapun aturan terkait public expose terdapat pada Ketentuan III.3 Peraturan Bursa No. I-E. 

Dalam pengumuman resmi BEI, sesuai dengan Ketentuan III.3 Peraturan Bursa No. I-E terkait dengan Public Expose, dinyatakan bahwa Perusahaan Tercatat wajib melakukan Public Expose tahunan sekurang-kurangnya satu kali dalam setahun. 

Mengacu pada butir II.3 Peraturan Nomor I-H tentang Sanksi, dalam hal Perusahaan Tercatat dikenakan sanksi denda oleh Bursa, maka denda tersebut wajib disetor ke rekening Bursa selambat-lambatnya 15 hari kalender terhitung sejak sanksi tersebut dijatuhkan oleh Bursa.  

"Apabila Perusahaan Tercatat yang bersangkutan tidak membayar denda dalam jangka waktu tersebut di atas, maka Bursa dapat melakukan penghentian sementara perdagangan saham Perusahaan Tercatat di Pasar Reguler sampai dengan dipenuhinya kewajiban pembayaran denda tersebut," bunyi pengumuman BEI, Rabu (24/2/2021). 

Berdasarkan catatan Bursa, hingga tanggal 22 Februari 2021 yang merupakan batas akhir pembayaran denda pelaksanaan Public Expose terdapat 20 Perusahaan Tercatat yang belum melakukan pembayaran sebagai berikut: 

Berikut 8 perusahaan yang dikenakan suspensi di pasar reguler dan tunai:

1. CNKO PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk  

2. ETWA PT Eterindo Wahanatama Tbk  

3. GOLL PT Golden Plantation Tbk  

4. JGLE PT Graha Andrasenta Properindo Tbk 

5. KRAH PT Grand Kartech Tbk 

6. MABA PT Marga Abhinaya Abadi Tbk 

7. NUSA PT Sinergi Megah Internusa Tbk

8. SIMA PT Siwani Makmur Tbk

Adapun 12 perusahaan yang dikenakan suspensi di seluruh pasar: 

1. ARMY PT Armidian Karyatama Tbk. 

2. COWL PT Cowell Development Tbk 

3. ENVY PT Envy Technologies Indonesia Tbk 

4. KBRI PT Kertas Basuki Rachmat Indonesia Tbk  

5. MTRA PT Mitra Pemuda Tbk  

6. MYRX PT Hanson International Tbk 

7. NIPS PT Nipress Tbk 

8. RIMO PT Rimo International Lestari Tbk 

9. SKYB PT Northcliff Citranusa Indonesia Tbk 

10. SUGI PT Sugih Energy Tbk 

11. TELE PT Tiphone Mobile Indonesia Tbk 

12. TRAM PT Trada Alam Minera Tbk

"Berdasarkan penjelasan di atas, maka Bursa memutuskan untuk melakukan Perpanjangan penghentian sementara perdagangan efek di Pasar Reguler dan Pasar Tunai untuk 20 Perusahaan Tercatat tersebut," bunyi pengumuman BEI. (Sandy)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD