sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Tanggul Sungai Aek Sigala-gala Sumut Jebol, Akses Warga Terputus

Economics editor Iqbal Dwi Purnama
20/07/2026 09:44 WIB
Hujan berintensitas sangat lebat yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Sabtu (18/7/2026) menyebabkan tanggul Sungai jebol.
Tanggul Sungai Aek Sigala-gala Sumut Jebol, Akses Warga Terputus (FOTO:Dok Ist)
Tanggul Sungai Aek Sigala-gala Sumut Jebol, Akses Warga Terputus (FOTO:Dok Ist)

IDXChannel - Hujan berintensitas sangat lebat yang mengguyur Kabupaten Tapanuli Tengah, Sumatera Utara, pada Sabtu (18/7/2026) menyebabkan tanggul Sungai Aek Sigala-gala jebol.

Akibatnya, permukiman warga terendam banjir hingga setinggi 1,5 meter dan akses menuju Jembatan Sigala-gala terputus akibat kerusakan pada oprit jembatan.

Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyatakan telah mengerahkan personel dan alat berat untuk menangani kondisi darurat tersebut. Fokus utama penanganan adalah memulihkan akses masyarakat sekaligus menutup tanggul yang jebol agar risiko banjir susulan dapat diminimalkan.

Menteri PU Dody Hanggodo mengatakan seluruh sumber daya yang dimiliki kementerian dikerahkan agar dampak bencana terhadap masyarakat dapat ditekan.

"Kementerian PU mengerahkan personel dan peralatan agar dampak bencana terhadap masyarakat dapat diminimalkan. Prioritas utama adalah memulihkan akses masyarakat, memperbaiki tanggul yang jebol, dan memastikan aliran sungai kembali lancar sehingga risiko banjir susulan dapat ditekan," ujar Dody dalam keterangan resminya, Minggu (19/7/2026).

Berdasarkan laporan di lapangan, hujan deras berlangsung sekitar empat jam, mulai pukul 13.00 hingga 17.00 WIB. Tingginya curah hujan membuat debit Sungai Aek Sigala-gala meningkat drastis hingga melampaui kapasitas sungai.

Luapan air kemudian melewati tanggul setinggi sekitar empat meter dan menggerus badan tanggul hingga akhirnya jebol. Air yang meluap merendam permukiman warga dengan ketinggian genangan berkisar 50 hingga 150 sentimeter.

Selain merendam rumah warga, banjir juga merusak oprit Jembatan Sigala-gala sehingga akses menuju jembatan terputus. Kondisi tersebut sempat menghambat mobilisasi alat berat untuk penanganan tanggul yang jebol.

Melalui Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, Kementerian PU mengerahkan dua unit alat berat untuk memperbaiki oprit jembatan agar dapat dilalui kendaraan berat menuju lokasi tanggul. Setelah akses terbuka, pekerjaan dilanjutkan dengan penutupan tanggul yang jebol pada malam hari.

Sebagai langkah lanjutan, Kementerian PU juga akan mengangkat sedimen di Sungai Aek Sigala-gala menggunakan empat unit alat berat guna meningkatkan kapasitas aliran sungai dan mengurangi potensi luapan saat terjadi hujan dengan intensitas tinggi.

Hingga Sabtu malam, kondisi banjir dilaporkan mulai berangsur surut. Genangan tersisa sekitar 20 sentimeter dan terus mengalir menuju Sungai Tukka, sementara hujan di lokasi masih turun dengan intensitas ringan. Pemerintah menyatakan akan terus memantau perkembangan di lapangan dan berkoordinasi dengan pemerintah daerah agar penanganan darurat dapat segera dituntaskan.


(kunthi fahmar sandy)

Advertisement
Advertisement