AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
720
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
815
ADMF
8200
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
310
AGII
2220
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
154
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1160
AKSI
272
ALDO
745
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
546.99
1.02%
+5.51
IHSG
7186.56
0.74%
+53.11
LQ45
1026.34
0.98%
+9.98
HSI
19763.91
-0.8%
-158.54
N225
28942.14
-0.96%
-280.63
NYSE
0.00
-100%
-15846.79
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
836,469 / gram

Tekan Harga Cabai, Gubernur Sumut Minta BUMD Gelar Pasar Murah

ECONOMICS
M Andi Yusri
Sabtu, 02 Juli 2022 08:32 WIB
Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan terus memerhatikan tata kelola cabai agar tidak ada gejolak setiap saat, dengan cara membangun pola tanam di sektor hulu
Tekan Harga Cabai, Gubernur Sumut Minta BUMD Gelar Pasar Murah  (FOTO:MNC Media)
Tekan Harga Cabai, Gubernur Sumut Minta BUMD Gelar Pasar Murah (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Dalam upaya menekan melonjaknya harga cabai merah beberapa pekan terakhir, Gubernur Sumatera Utara (Sumut), Edy Rahmayadi memerintahkan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) menggelar operasi pasar murah di sejumlah titik.

Bahan pokok tersebut langsung diambil dari lokasi produksi di Kabupaten Karo melalui BUMDes.

Adapun BUMD yang menggelar Pasar Murah tersebut yakni PD Aneka Industri dan Jasa (AIJ) dengan dukungan seluruh BUMD Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumut lainnya.

Dari lokasi pembelian langsung di Kabupaten Karo, PD AIJ membawa dan menjualnya di sejumlah titik di Kota Medan, seperti kawasan Medan Helvetia, Petisah, Pulo Brayan, Medan Selayang, Medan Johor, Setia Budi serta di PRSU.

Dalam Operasi Pasar Murah ini, Pemprov Sumut memberikan subsidi harga komoditi cabai merah sehingga lebih murah dari biasanya. Sekaligus juga untuk menambah jumlah pasokan di beberapa pasar agar masyarakat tidak kesulitan mendapatkannya bahan pokok ini.

Melalui Kepala Biro Perekonomian Setdaprov Sumut, Naslindo Sirait menjelaskan pasar murah akan terus berlangsung seiring tingginya angka inflasi pada Juni 2022 mencapai 4,18%.

Dan cabai merah menjadi penyumbang andil terbesar kondisi tersebut, dimana kondisi ini menjadi perhatian pemerintah untuk mengupayakan agar tidak terjadi gejolak.

"Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan terus memerhatikan tata kelola cabai agar tidak ada gejolak setiap saat, dengan cara membangun pola tanam di sektor hulu sekaligus juga membangun kemitraan. Sehingga terwujud kontrak pertanian antara petani cabai dengan BUMD Sumut," kata Naslindo, Jumat (1/7/2022).

Mekanisme tersebut, akan menimbulkan kepastian harga dan jumlah pasokan untuk meredam tingginya harga cabai merah. Termasuk juga mengatasi kendala berupa anomali cuaca (tidak menentu).

"Kami sedang berkonsultasi dengan pusat penelitian untuk bisa dicarikan jalan keluar, apakah ada teknologi yang bisa mengatasi anomali cuaca. Secara permanen, bagaimana meningkatkan produksi," sebut Naslindo.

Melalui peningkatan produksi itu, katanya, sekalipun ada permintaan cabai merah dari luar provinsi, maka Sumut tidak akan kekurangan pasokan. Sehingga konsumsinya tetap terjaga dan terkendali, dimana langkah ini agar inflasi bisa ditekan (terkendali) serta memastikan ketahanan pangan di Sumut.

(SAN)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD