Kondisi itu terbebani oleh konflik di Timur Tengah dan ketidakpastian perdagangan yang berkelanjutan. Lingkungan global menjadi penuh tantangan dan ketidakpastian.
ADB memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia justru meningkat menjadi 5,2 persen pada 2026 dan 2027, lebih tinggi dari perkiraan sebelumnya 5,1 persen. Kondisi berbeda bisa terjadi jika konflik di Timur Tengah berkepanjangan dan memburuk.
Dari berbagai sentimen di atas, untuk perdagangan senin depan, mata uang rupiah fluktuatif namun berisiko ditutup melemah pada rentang Rp17.110- Rp17.160.
Adapun dalam sepekan ini, rupiah diperdagangkan pada rentang Rp17.040-Rp17.200 per USD.
(NIA DEVIYANA)