AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Telan Dana Pembangunan Rp771 Miliar, Jokowi Resmikan Bendungan Paselloreng

ECONOMICS
Dita Angga Rusiana
Kamis, 09 September 2021 13:25 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini melakukan kunjungan kerja Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel).
Presiden Joko Widodo hari ini melakukan kunjungan kerja Provinsi Sulawesi Selatan.  (Foto: Tangkapan layar Youtube Sekretariat Kepresidenan)
Presiden Joko Widodo hari ini melakukan kunjungan kerja Provinsi Sulawesi Selatan. (Foto: Tangkapan layar Youtube Sekretariat Kepresidenan)


IDXChannel - Presiden Joko Widodo (Jokowi) hari ini melakukan kunjungan kerja Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel). Pada kunjungan tersebut, Jokowi meresmikan Bendungan Paselloreng dan Bendung Giliren di  Kabupaten Wajo Sulsel.

“Dan dengan mengucap bismillahirohmanirohim Bendungan Paselloreng dan Bendung Giliren di Kabupaten Wajo Provinsi Sulawesi Selatan  siang hari ini saya nyatakan diresmikan,” katanya, Kamis (9/9/2021).

Dia mengatakan bahwa Bendungan Paselloreng yang dibangun dari tahun 2015 sudah selesai dan siap difungsikan. Dia pun yakin bahwa hal ini akan mendukung Sulsel untuk menjadi lumbung pangan nasional.

“Bendungan Paselloreng menelan biaya Rp771 Miliar dan sudah dilengkapi dengan Bendung Irigasi Giliren yang akan sangat bermanfaat untuk mendukung Sulsel sebagai lumbung pangan nasional,” ujarnya.

Mantan Gubernur DKI Jakarta itu menyebut bahwa kapasitas daya tampung Bendungan Paselloreng sebesar 138 juta meter kubik. Sementara luas genangannya 1.258 hektar dan mampu mengairi sawah 8.500 hektar.

“Ini bendungan yang sangat besar sekali. Sekali lagi daya tampungnya, kapasitas tampungnya 138 juta meter kubik,” tuturnya.

Dia berharap dengan suplai air yang ada akan meningkatkan frekuensi tanam. Sehingga meningkatkan produktivitas lahan serta akhirnya bisa kita harapkan meningkatkan kesejahteraan petani.

“Bendungan ini juga bermanfaat untuk ketahanan air, bisa mereduksi banjir, sungai gilireng 489 meter per detik. Dan menyediakan air baku 145 liter per detik yang akan melayani 6 kecamatan di Kabupaten Wajo. Juga berfungsi tentu saja untuk daerah konservasi yang dapat dimanfaatkan untuk pariwisata dan memberikan alternatif pendapatan baru bagi masyarakat,” paparnya.

Pada kesempatan itu, Jokowi kembali menekankan bahwa ketahanan pangan membutuhkan suplai air yang memadai. Dimana hal ini bisa dicapai jika Indonesia memiliki sebanyak-banyak bendungan. Dengan begitu bisa menyediakan suplai air secara kontinue dan berkelanjutan.

“Tahun ini akan dan sudah diselesaikan sampai Desember nanti 17 Bendungan. Dan kita harapkan dengan bendungan, bendungan, bendungan yang ada ini sekali lagi ketahanan pangan kita akan bisa kita perkuat dan kita tingkatkan,” pungkasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD