AALI
8300
ABBA
226
ABDA
7050
ABMM
840
ACES
1370
ACST
240
ACST-R
0
ADES
1970
ADHI
970
ADMF
8175
ADMG
166
ADRO
1310
AGAR
380
AGII
1095
AGRO
1095
AGRO-R
0
AGRS
426
AHAP
66
AIMS
352
AIMS-W
0
AISA
228
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3230
AKSI
480
ALDO
925
ALKA
246
ALMI
250
ALTO
380
Market Watch
Last updated : 2021/06/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
478.24
-0.14%
-0.66
IHSG
6089.04
0.14%
+8.65
LQ45
895.20
-0.08%
-0.70
HSI
28638.53
-0.71%
-203.60
N225
29441.30
0.96%
+279.50
NYSE
16662.42
-0.2%
-32.51
Kurs
HKD/IDR 1,830
USD/IDR 14,220
Emas
853,049 / gram

Tenang, Begini Trik Kelola THR yang Pembayarannya Dicicil

ECONOMICS
Fadel Prayoga/Okezone
Minggu, 09 Mei 2021 00:34 WIB
Bagi sebagian perusahaan, kebijakan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2021 ada yang masih dicicil karena bisnis lesu. 
mpi

IDXChannel---Bagi sebagian perusahaan, kebijakan pembayaran Tunjangan Hari Raya (THR) tahun 2021 ada yang masih dicicil karena bisnis lesu. 

Lalu, bagaimana cara kelola cicilan THR yang baik agar keuangan tetap stabil?

Perencana Keuangan dari Advisors Alliance Group Andy Nugroho menjelaskan cara mengatur uang THR bila ternyata menerimanya secara dicicil.

Pertama, buat bujeting pengeluaran dan pisahkan antara yang penting dan tidak mendesak. Sehingga, bisa mengetahui mana yang prioritas dan tidak dalam menggunakan dana THR.

"Bila THR yang kita terima dibayarkan dengan cara dicicil, berarti kita harus bikin prioritas kebutuhan lebaran yang harus dipenuhi," kata Andy seperti yang dilansir dari Okezone. 

Dia mencontohkan bila Anda menganggap bahwa silahturahmi ke rumah saudara saat lebaran itu penting, maka harus mempersiapkan uang untuk bepergian.

"Bila menurut kita kunjung-kunjung silahturahmi ke keluarga itu sangat penting, berarti prioritas kita adalah untuk biaya transportnya. Bila justru banyak yang datang kerumah kita kalo pas lebaran, berarti kebutuhan akan kue dan makanan lebaran menjadi sangat penting untuk menjamu tamu," ujarnya.

Menurut dia, dengan membuat bujeting dari THR yang diterima tersebut, maka bisa memisahkan antara kebutuhan yang prioritas dan tidak mendesak.

"Dengan demikian kita berarti harus merelakan juga kebutuhan yang kurang prioritas untuk dipenuhi dulu, menanti uangnya ada," katanya. (IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD