AALI
8025
ABBA
228
ABDA
0
ABMM
810
ACES
1355
ACST
216
ACST-R
0
ADES
1845
ADHI
870
ADMF
7975
ADMG
152
ADRO
1310
AGAR
412
AGII
1020
AGRO
1355
AGRO-R
0
AGRS
346
AHAP
64
AIMS
420
AIMS-W
0
AISA
210
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3130
AKSI
468
ALDO
775
ALKA
240
ALMI
254
ALTO
376
Market Watch
Last updated : 2021/06/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.95
-1.6%
-7.48
IHSG
6007.12
-1.01%
-61.33
LQ45
863.16
-1.64%
-14.36
HSI
28801.27
0.85%
+242.68
N225
28964.08
-0.19%
-54.25
NYSE
16411.65
-1.47%
-244.16
Kurs
HKD/IDR 1,850
USD/IDR 14,360
Emas
827,066 / gram

Terbesar di ASEAN, Ekonomi Digital RI Diprediksi Capai Rp1.820 Triliun di 2025

ECONOMICS
Rina Anggraeni/Sindonews
Senin, 05 April 2021 20:26 WIB
Pada 2025, valuasi ekonomi digital diprediksi Indonesia akan mencapai USD130 miliar.
Pada 2025, valuasi ekonomi digital diprediksi Indonesia akan mencapai USD130 miliar. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Indonesia berpotensi menjadi negara dengan pasar ekonomi digital terbesar di ASEAN. Pada 2025, Valuasi Ekonomi Digital Indonesia Diprediksi Capai Rp1.820 Triliun Tahun 2025

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate menyebut  ekonomi digital di Indonesia masih tumbuh positif meski di tengah pandemi covid-19. Tahun lalu, valuasi ekonomi digital Indonesia naik dari USD40 miliar menjadi USD44 miliar.

Pada 2025, valuasi ekonomi digital diprediksi Indonesia akan mencapai USD130 miliar atau Rp1.820 triliun (jika kurs Rp14 ribu per USD)."Tahun 2025 ekonomi digital kita setidaknya memiliki valuasi di atas USD130 miliar, valuasi ini menjadikan Indonesia sebagai pasar ekonomi digital terbesar di Asia Tenggara," kata Johnnya dalam video virtual, Senin (5/4/2021).

Kata dia,  Indonesia perlu meningkatkan pemerataan infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Anggaran infrastruktur TIK difokuskan untuk mendukung wilayah  tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).

"Alokasi penganggaran infrastruktur untuk mendukung di wilayah 3T yang akan dilakukan oleh BLU Bhakti Kominfo, serta pemberian insentif regulasi bagi operator seluler untuk menggelar di wilayah 3T," bebernua .

Selain itu, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) juga mendorong penyedia layanan internet untuk memperluas penyediaan akses di wilayah-wilayah seluruh Indonesia. Tujuannya agar dapat mendukung upaya transformasi digital yang dilakukan.

"Kominfo mendorong operator seluler untuk berkomitmen menghadirkan sinyal 4G di wilayah komersial yang saat ini masih blank spot," pungkasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD