AALI
9425
ABBA
288
ABDA
6050
ABMM
2450
ACES
730
ACST
194
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
805
ADMF
8175
ADMG
175
ADRO
3160
AGAR
318
AGII
2200
AGRO
815
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
262
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1540
AKRA
1185
AKSI
270
ALDO
755
ALKA
300
ALMI
296
ALTO
191
Market Watch
Last updated : 2022/08/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.36
-0.62%
-3.33
IHSG
7093.28
-0.51%
-36.00
LQ45
1005.79
-0.62%
-6.25
HSI
20040.86
-0.67%
-134.76
N225
28871.78
1.14%
+324.80
NYSE
0.00
-100%
-15602.90
Kurs
HKD/IDR 185
USD/IDR 14,685
Emas
840,341 / gram

Terkait Perpanjangan PPNBM, Kemenperin Sebut akan Diterapkan Secara Permanen

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Kamis, 09 Desember 2021 18:52 WIB
Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan saat ini pihaknya tengah mengusulkan untuk PPNBM DTP untuk diperpanjang dan di terapkan permanen.
Terkait Perpanjangan PPNBM, Kemenperin Sebut akan Diterapkan Secara Permanen
Terkait Perpanjangan PPNBM, Kemenperin Sebut akan Diterapkan Secara Permanen

IDXChannel - Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan saat ini pihaknya tengah mengusulkan untuk PPNBM DTP untuk diperpanjang dan di terapkan secara permanen.

"Salah bentuk intensif yang akan kami usulkan adalah PPNBM 0% permanen untuk produk otomotif yang TKDN nya sudah 80%," ujar Menperin saat menghadiri GIIAS Surabaya 2021, Kamis (9/12/2021).

Meski demikian Menperin AGK mengatakan hingga saat ini konsep perpanjangan PPNBM masih dalam persiapan misalnya dengan melakukan pendalaman struktur manufakturing dengan TKDN (Tingkat Komponen Dalam Negeri).

"Pertama dengan pendalaman struktur manufaktur, tentu untuk mendapatkan supaya itu berhasil kita ingin memberikan insentif kepada produsen, agar mereka berlomba upaya pendalaman struktur di tanah air, penguatan TKDN di tanah air," kata Menperin

"Konsepnya sedang di siapkan oleh Kementerian Perindustrian, dimana melakukan upaya pendalaman struktur manufakturing, pendalaman struktur manufakturing itu adalah dibaca dengan TKDN," lanjutnya.

Menurut Menperin industri otomotif merupakan sebuah industri yang banyak mendukung banyak industri di belakangnya sehingga dianggap cukup kuat dalam mewujudkan pemulihan ekonomi nasional.

Sehingga pemberian insentif PPNBM diharapkan dapat menjadi sebuah tongkat untuk membangkitkan gairah industri otomotif setelah adanya pandemi covid 19 yang cukup berdampak pada sektor otomotif.

Sebagai informasi insentif PPNBM DTP yang diberikan pemerintah untuk setiap pembelian kendaraan akan berakhir pada Desember 2021. Selain sudah tidak adanya PPNBM, di tahun 2022 juga akan mulai berlaku kenaikan PPN 11% serta penerapan pajak karbon, yang tentu membuat harga kendaraan semakin mahal di tahun depan.

(NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD