AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Ternyata, RI Miliki Sumber Daya Batu Bara 110 Miliar Ton di Sumatera dan Kalimantan

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Kamis, 27 Januari 2022 13:02 WIB
Pada tahun 2021 produksi batu bara mencapai sebesar 614 juta ton atau mencapai 98,2% dari target 625 juta ton.
Ternyata, RI Miliki Sumber Daya Batu Bara 110 Miliar Ton di Sumatera dan Kalimantan (FOTO:MNC Media)
Ternyata, RI Miliki Sumber Daya Batu Bara 110 Miliar Ton di Sumatera dan Kalimantan (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Berdasarkan laporan Badan Geologi pada tahun 2021, Indonesia memiliki sumber daya batu bara sebesar 110 miliar ton dan cadangan batu bara sebesar 36 miliar ton yang sebagian besar tersebar di Pulau Sumatera dan Kalimantan

"Sesuai dengan Undang-Undang Dasar 1945, secara tegas menyebutkan bahwa mineral dan batu bara sebagai bagian dari sumber daya alam harus dikelola untuk sebesar-besarnya kemakmuran rakyat," ujar Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bidang Percepatan Tata Kelola Minerba Irwandy Arif mewakili Menteri ESDM dalam IDX Channel Special Dialogue, Kamis (27/1/ Januari 2022 

Dia melanjutkan, arah kebijakan pemanfaatan batu bara sebagaimana yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah Nomor 79 Tahun 2014 tentang kebijakan energi nasional selain prioritas sebagai sumber energi juga dimanfaatkan untuk jaminan pasokan kebutuhan dalam negeri. 

Pada tahun 2021 produksi batu bara mencapai sebesar 614 juta ton atau mencapai 98,2% dari target 625 juta ton. Sedangkan realisasi pemanfaatan domestik atau Domestic Market Obligation (DMO) mencapai 133 juta ton atau 96,7% dari target 137,5 juta ton. 

DMO batu bara tersebut pemanfaatannya didominasi oleh pembangkit listrik tenaga uap sebesar 112 juta ton atau 84%, dan sisanya untuk industri non listrik. 

"Pada tahun 2022, dalam rangka menjaga supply batu bara nasional dan peluang ekspor ditargetkan produksi batu bara sebesar 663 juta ton dengan kebutuhan domestik mencapai 166 juta ton, sehingga terdapat peluang ekspor batu bara sebesar 497 juta ton," jelas Irwandy. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD