AALI
11950
ABBA
189
ABDA
6250
ABMM
3230
ACES
1015
ACST
165
ACST-R
0
ADES
4800
ADHI
680
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
3190
AGAR
332
AGII
1925
AGRO
935
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
61
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
159
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1020
AKSI
234
ALDO
920
ALKA
298
ALMI
272
ALTO
199
Market Watch
Last updated : 2022/05/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
543.10
1.19%
+6.37
IHSG
6793.41
2.24%
+148.95
LQ45
1016.00
1.18%
+11.88
HSI
20644.28
0.2%
+41.76
N225
26911.20
0.94%
+251.45
NYSE
0.00
-100%
-15259.82
Kurs
HKD/IDR 1,869
USD/IDR 14,690
Emas
859,367 / gram

Harga Khusus Batu Bara Untuk Semen dan Pupuk Bakal Diperpanjang

ECONOMICS
Athika Rahma
Rabu, 26 Januari 2022 11:05 WIB
Kementerian ESDM berencana untuk memperpanjang kebijakan harga khusus batu bara yang digunakan untuk industri semen dan pupuk sebesar USD90 per ton.
Harga Khusus Batu Bara Untuk Semen dan Pupuk Bakal Diperpanjang (FOTO: MNC Media)
Harga Khusus Batu Bara Untuk Semen dan Pupuk Bakal Diperpanjang (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana untuk memperpanjang kebijakan harga khusus batu bara yang digunakan untuk industri semen dan pupuk sebesar USD90 per ton.

Direktur Jenderal Mineral dan Batu Bara, Kementerian ESDM Ridwan Djamaluddin mengatakan, harga batu bara khusus ini tertuang dalam Keputusan Menteri ESDM Nomor 206.K/HK.02/MEM.B/2021. Tertulis dalam beleid tersebut, pemberian harga khusus ini berlaku dari 1 November 2021 hingga 31 Maret 2022.

"Jadi sebelum berakhir tanggal 31 Maret (2022) kami akan evaluasi Kepmen ini dan melihat perkembangannya," ujar Ridwan dalam RDP bersama Komisi VII, ditulis Rabu (26/1/2022). 

Menurutnya, jika ke depan pasokan untuk industri semen dalam kondisi aman, maka pihaknya akan mempertimbangkan kebijakan lain, tentunya dengan diskusi bersama pihak terkait. 

"Kalau teman-teman Asosiasi Semen Indonesia sudah merasa aman akan kita pertimbangkan untuk kebijakan baru. Tapi kalau pak Dirjen Khayam mengatakan masih perlu dilanjutkan, bisa juga jadi pertimbangan pemerintah bersama-bersama," ujarnya. 

Dirjen Industri Kimia, Farmasi dan Tekstil Kemenperin Muhammad Khayam menyebutkan, jika mengacu pada Kepmen ESDM Nomor 206.K/HK.02/MEM.B/2021, pembelian batu bara dengan kontrak jangka panjang sulit dilakukan karena batas waktu Kepmen tersebut. 

Perusahaan juga banyak yang belum melaksanakan Kepmen tersebut. Oleh karenanya, Kepmen tersebut perlu diperpanjang masa berlakunya. "Serta menaikan persentase DMO batu bara menjadi 30 persen hingga 35 persen," ujar Ridwan.  (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD