AALI
9925
ABBA
294
ABDA
6725
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
199
ACST-R
0
ADES
3700
ADHI
845
ADMF
7600
ADMG
195
ADRO
2280
AGAR
358
AGII
1460
AGRO
1480
AGRO-R
0
AGRS
150
AHAP
71
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
176
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
805
AKSI
740
ALDO
1375
ALKA
358
ALMI
304
ALTO
226
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.13
-0.31%
-1.60
IHSG
6664.99
-0.42%
-28.41
LQ45
949.75
-0.34%
-3.19
HSI
24196.26
-0.77%
-187.06
N225
28318.54
0.69%
+194.26
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,305
Emas
836,242 / gram

Ternyata Varian Mu Tak Lebih Ganas dari Delta, Ini Penjelasan Satgas

ECONOMICS
Binti Mufarida/Sindonews
Rabu, 08 September 2021 09:35 WIB
Varian Covid-19 terus mengalami mutasi salah satunya yakni varian Mu yang pertama kali ditemukan di Kolombia.
Ternyata Varian Mu Tak Lebih Ganas dari Delta, Ini Penjelasan Satgas (FOTO:MNC Media)
Ternyata Varian Mu Tak Lebih Ganas dari Delta, Ini Penjelasan Satgas (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Varian Covid-19 terus mengalami mutasi salah satunya yakni varian Mu yang pertama kali ditemukan di Kolombia

Namun, Ketua Satuan Tugas Covid-19 Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Zubairi Djoerban menegaskan bahwa varian Mu tidak lebih ganas dari varian Delta. Bahkan, di dunia hanya 0,1% ditemukan kasus dari varian ini. 

Zubairi mengungkapkan varian Mu yang saat ini menjadi perhatian dunia yang dikhawatirkan bisa merebak ke Indonesia telah ditemukan di Kolombia sejak Januari 2021 lalu. “Untuk diketahui varian ini ditemukan mula-mula di sana di Amerika Latin, di Kolombia kemudian juga di Ekuador pada bulan Januari 2021, jadi sudah cukup lama sudah sekitar 8-9 bulan,” ungkapnya dikutip dari media sosial pribadinya, Rabu (8/9/2021).   

Zubairi pun meminta masyarakat tidak perlu khawatir dan panik, namun tetap waspada terhadap varian Mu ini. Meskipun di Kolombia ditemukan 39% kasus dari varian Mu, namun di dunia hanya 0,1% kasus dari varian ini. 

“Untuk Kolombia memang jadi masalah berat karena sekarang 39% virus di Kolombia adalah virus varian Mu. Namun untuk dunia masih kurang dari 0,1%. Jadi kita memang perlu waspada namun sama sekali tidak perlu panik, tidak perlu khawatir banget, 0,1% jadi masih rendah sekali ya,” paparnya. 

Meskipun, kata Zubairi, dalam waktu 1 minggu terakhir memang ada ribuan orang yang terinfeksi di Kolombia dan juga ada beberapa ratus yang meninggal. “Namun sekali lagi itu merupakan varian yang amat jarang ditemukan di dunia yang lain, jadi 0,1%,” katanya.   

Selain itu, Zubairi mengatakan kasus Mu di Amerika juga hanya beberapa ribu saja. Dia pun menegaskan bahwa varian Mu tidak lebih ganas dari varian Delta. Di Amerika juga hanya beberapa ribu saja. Dan itupun artinya amat sangat minim dibandingkan dengan varian Delta. Dan kelihatannya tidak lebih, paling tidak data sekarang ini tidak lebih ganas, tidak lebih bisa menembus antibodi yang terbentuk di tubuh kita, baik karena vaksin maupun setelah terinfeksi. 

“Nah jadi bagaimana, apakah kita tenang saja? Ya, tidak. Tentu harus dilakukan monitoring evaluasi harian. Kali ini evaluasi harian terutama dari data berbagai negara. Jadi sekarang ini kan yang sedikit sekali masih di Amerika, di Meksiko, maupun di Spanyol, sedang di tempat lain masih amat sangat sedikit,” ungkap Zubairi. 

Zubairi menegaskan saat ini monitor evaluasi itu paling penting. “Yang kedua jangan abai. Sekarang ini saya melihat bahwa sudah mulai ada istilahnya orang ingin sekali piknik, karena sudah lama ada di dalam rumah ingin banget banyak orang piknik, dan itu harus segera diawasi, dibatasi,” tegasnya. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD