"Di situasi krisis seperti ini, wisatawan merupakan solusi devisa karena mereka membawa uang belanja secara langsung untuk hotel, taksi, hingga memborong barang di mal. Kami sangat mengharapkan dukungan agar kampanye Berwisata di Indonesia Aja bisa berkolaborasi erat dengan Belanja di Indonesia Aja," tambahnya.
Lebih lanjut, Budihardjo mengingatkan bahwa ritel seharusnya dipandang sebagai sektor industri strategis yang setara dengan manufaktur. Hal ini didasari oleh besarnya penyerapan tenaga kerja yang mencapai angka jutaan orang, di mana operasional toko fisik setiap harinya sangat bergantung pada intensitas sumber daya manusia.
Keberlangsungan hidup jutaan karyawan tersebut kini berada pada kebijakan pemerintah dalam memicu daya beli publik. Budihardjo berharap otoritas terkait memberikan perhatian penuh pada ekosistem ritel agar tetap mampu melakukan ekspansi dan bertahan menghadapi dinamika ekonomi yang ada.
"Ritel ini adalah industri dengan karyawan jutaan yang setiap hari harus membuka toko menggunakan tenaga manusia yang sangat banyak. Harapan kami sektor ini didukung penuh agar bisa terus bertumbuh dan berkembang secara maksimal," tuturnya.
(NIA DEVIYANA)