AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,319
Emas
838,644 / gram

Terungkap! AP I Ternyata Belum Bayarkan Gaji dan Tunjangan Karyawan hingga Sekarang

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Rabu, 08 Desember 2021 18:13 WIB
Hingga saat ini, PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I mengakui belum melunasi kewajiban perusahaan terhadap karyawan.
Terungkap! AP I Ternyata Belum Bayarkan Gaji dan Tunjangan Karyawan hingga Sekarang (FOTO:MNC Media)
Terungkap! AP I Ternyata Belum Bayarkan Gaji dan Tunjangan Karyawan hingga Sekarang (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Hingga saat ini, PT Angkasa Pura I (Persero) atau AP I mengakui belum melunasi kewajiban perusahaan terhadap karyawan. 

Kewajiban tersebut berupa tunjangan dan gaji. Direktur SDM dan Umum Angkasa Pura I, Mohammad Arifin Firdaus menyebut, selama periode PPKM, manajemen memutuskan menunda membayar tunjangan dan gaji karyawan. 

Meski begitu, kewajiban tersebut akan dilunasi perusahaan dalam waktu dekat ini. "Pertimbangannya PPKM, WFH, dan WFO, itu 25 % sehingga aktivitas yang membutuhkan biaya transport itu jadi berkurang dan karenanya kita sepakat dengan manajemen ada mekanisme penundaan gaji. Bukan pengurangan, itu nanti akan dilaksanakan pembayarannya oleh perusahaan," ujar Arifin dalam konferensi pers, Rabu (8/12/2021).  

Menurutnya, keputusan manajemen menunda memberikan hak dan kewajiban karyawan lantaran kondisi keuangan perusahaan yang terdampak pandemi Covid-19. 

Dimana, selama periode pandemi, jumlah penumpang di 15 bandar udara (bandara) di bawah pengelolaan AP I menurun signifikan atau hanya berkisar di angka 20.000-30.000 per hari saja. Penurunan okupansi penumpang tersebut berdampak besar terhadap pendapatan perseroan. 

"Pegawai itu diminta untuk menabung di perusahaan. Terima kasih dukungan karyawan untuk melihat kondisi perusahaan butuh terhadap upaya optimum sehingga merelakan untuk beberapa hak-haknya masih ditunda pembayarannya. Mudah-mudahan dalam waktu dekat akan penyelesaian," kata dia.  

Lantaran penundaan itu, AP I mencatatkan tambahan utang hingga November 2021. Dimana, bila dijumlahkan dengan penundaan pembayaran perusahaan kepada karyawan dan supplier, maka utang yang dicatatkan perseroan mencapai Rp 4,7 triliun. 

Sementara, utang perusahaan kepada kreditur dan investor sebesar Rp 28 triliun. Dengan demikian, total utang perusahaan hingga November tahun ini mencapai Rp 32,7 triliun.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD