AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

Tidak Mau Lengah, Kapolri Minta Pengawasan Perjalanan Internasional Diperketat

ECONOMICS
Hasan Kurniawan/Sindo
Rabu, 05 Mei 2021 10:39 WIB
Kepala Kepolisian RI (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, meminta seluruh aparat kepolisian melakukan pengetatan pengawasan pelaku perjalanan internasional
Tidak Mau Lengah, Kapolri Minta Pengawasan Perjalanan Internasional Diperketat. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kepala Kepolisian RI (Kapolri), Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dalam amanat yang disampaikan Kakorlantas Polri, Irjen Pol Istiono, meminta seluruh aparat kepolisian melakukan pengetatan pengawasan pelaku perjalanan internasional.

Hal tersebut disampaikan dalam pembacaan amanat dalam apel gelar pasukan Operasi Ketupat Jaya 2021 di Lapangan Presisi Ditlantas Markas Polda Metro Jaya pada Rabu (5/5/2021) pagi.

"Menyikap situasi di India yang angka Covid-19 semakin tinggi, Indonesia tidak boleh lengah terlebih adanya varian baru virus Corona (Covid-19) yang masuk ke Indonesia yakni yakni B117 asal Inggris, B1617 asal India, dan B1351 asal Afrika Selatan," ujar Istiono.

Istiono meminta seluruh jajaran aparat kepolisian tidak main-main dan berperan aktif dalam memastikan dan mengawasi pelaku perjalanan internasional melaksanakan prosedur yang sudah ditetapkan oleh pemerintah.

"Untuk mengatasinya, Polri bersama satgas di bandara dan pelabuhan internasional melakukan pengawasan masuknya pelaku perjalanan internasional. Saya perintahkan petugas di lapangan untuk mengawasi pelaku perjalanan internasional secara ketat, pastikan pelaksanaan karantina sesuai dengan manifest yang masuk ke Indonesia," tegas Istiono.

Dikatakannya, Indonesia harus berkaca pada gelombang penyebaran Covid-19 yang sangat masif seperti yang terjadi di India.

"Di India angka kasus mencapai 400 ribu kasus dan angka kematian dalam satu hari bahkan mencapai 3.500 orang, melihat situasi ini Indonesia tidak boleh lengah," tandas Istiono. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD