Peta jalan tersebut turut memetakan secara terperinci persebaran wilayah di tanah air berdasarkan keunggulan komparatif komoditas dan potensi kekayaan sumber daya alam di masing-masing daerah.
Sepanjang semester I-2026, realisasi investasi di sektor hilirisasi tercatat mencapai Rp300,1 triliun atau menyumbang 29,7 persen dari keseluruhan realisasi investasi nasional, tumbuh 6,9 persen dibandingkan periode yang sama pada tahun sebelumnya.
Realisasi hilirisasi tersebut didominasi oleh penanaman modal asing (PMA) dengan nilai Rp212,8 triliun atau berkontribusi sekitar 70,9 persen, sementara penanaman modal dalam negeri (PMDN) membukukan nilai sebesar Rp87,3 triliun atau menyumbang 29,1 persen dari total capaian sektor hilirisasi.
Aktivitas investasi di sektor hilirisasi ini juga terbukti mendorong pemerataan ekonomi nasional, di mana 75,7 persen dari total realisasi atau setara Rp227,3 triliun berlokasi di luar Pulau Jawa.