AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

Tren Covid-19 Naik 2,03 Persen, Polisi Makin Tegas Larang Mudik Lebaran

ECONOMICS
Carlos Roy Fajarta/Sindo
Rabu, 05 Mei 2021 09:50 WIB
Angka kasus penularan corona virus disease 2019 atau Covid-19 mengalami kenaikan hingga 2,03 persen.
Tren Covid-19 Naik 2,03 Persen, Polisi Makin Tegas Larang Mudik Lebaran. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Angka kasus penularan corona virus disease 2019 atau Covid-19 mengalami kenaikan hingga 2,03 persen. Jumlah itu membuat polisi akan semakin tegas untuk mencegah masyarakat melakukan mudik lebaran ke kampung halamannya.

Penegasan itu disampaikan langsung oleh Kepala Korps Lalu Lintas (Kakorlantas) Polri, Irjen Pol Istiono, saat memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat Jaya 2021 di Mapolda Metro Jaya pada Rabu (5/5/2021). 

Dalam kesempatan itu Istiono menyampaikan amanat dari Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang salah satunya menyampaikan alasan pelarangan mudik dikarenakan trend angka Covid-19 beberapa waktu terakhir mengalami peningkatan.

"Jelang idul Fitri 1442 hijriah tren kasus Covid-19 di Indonesia mengalami kenaikan 2,03 persen karena adanya peningkatan aktivitas masyarakat khususnya menjelang bulan suci (Hari Raya Idul Fitri)," ujar Istiono, Rabu (5/5/2021) pagi di Lapangan Presisi Ditlantas Polda Metro Jaya.

Ia menyebutkan angka Covid-19 cenderung mengalami peningkatan khususnya pada saat dan setelah musim libur panjang.

"Pemerintah menetapkan larangan mudik, ini adalah yang kedua kali karena situasi pandemi Covid-19. Keputusan ini diambil karena beberapa hal, misalnya kenaikan kasus setelah libur panjang, termasuk 93 persen salah satunya pada tahun 2020 setelah Idul Fitri," tambah Istiono. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD