AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

Bandara Soetta Catat 600 Pergerakan Pesawat Sehari Jelang Larangan Mudik

ECONOMICS
Hasan Kurniawan/Sindo
Rabu, 05 Mei 2021 09:45 WIB
Demi menghindari periode pelarangan mudik, masyarakat banyak yang memilih pesawat terbang sebagai moda transportasi.
Bandara Soetta Catat 600 Pergerakan Pesawat Sehari Jelang Larangan Mudik. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Demi menghindari periode pelarangan mudik yang akan berlangsung pada 6-17 Mei mendatang, masyarakat banyak yang memilih pesawat terbang sebagai moda transportasi. Alhasil, terdapat 600 pergerakan pesawat dalam sehari di Bandara Soekarno-Hatta.

Berdasarkan data pengelola Bandara Soetta, jumlah penumpang sudah berada di angka 40.000 hingga 60.000 orang. Dengan jumlah penerbangan yang mencapai sekira 400-600 perharinya.

Senior Manager Branch Communication and Legal Bandara Soetta, M Holik Muardi mengatakan, kendati terdengar besar, angka penumpang dan jumlah penerbangan itu masih normal saja.

"Untuk penumpang masih dalam rentang normal ya, masih sekira 40-60 ribuan, dan penerbangan juga masih 400-600 perhari. Belum ada lonjakan," kata Holik, kepada Sindonews, Rabu (5/5/2021).

Dilanjutkan dia, hingga waktu larangan mudik tiba, diterapkan pengetatan. Pada masa pengetatan ini, para penumpang bisa tetap terbang dengan mengantongi persyaratan hasil PCR dan rapid antigen.

"Saat ini dalam masa pengetatan, tidak melampirkan bahwa dia pemudik atau tidak, kita tidak tahu kan. Kalau sekarang kan mereka yang penting ada hasil PCR atau rapid antigen saja," ungkapnya.

Menurutnya, pemeriksaan penumpang mudik atau tidak, bukan ranahnya. Bahkan, saat larangan mudik diterapkan, jika memenuhi syarat tetap bisa terbang.

"Identifikasi dia pemudik atau tidak, kita tidak bisa memastikan. Mungkin saat masa larangan mudik, baru kita bisa bedakan, kalau ada perjalanan dinas ada surat dari dinas dan instansi," paparnya.

Begitupun dengan dengan syarat Surat Keterangan Keimigrasian (SKIM). Tanpa melengkapi persyaratan itu, maka akan diberlakukan larangan untuk terbang.

"Ya, larangan mudik itu kan berlaku untuk umum, dari 6-17 Mei. Kalau sekarang kan sebenarnya masih masa pengetatan mudik, syaratnya kan tetap bisa dengan PCR dan rapid antigen," pungkasnya.

Sementara itu, berdasarkan pantauan di Terminal 2 dan 3 Bandara Soetta, para pemudik sudah mulai ramai. Rata-rata, mereka mudik karena telah mendapat izin dari perusahaan tempat bekerja.

Namun, tidak sedikit yang mudik karena alasan bekerja atau dinas keluar kota. Tidak seperti masa sebelum Covid-19, arus mudik periode ini kurang bergairah. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD