Melalui juru bicaranya, Chevron menegaskan bahwa pihaknya masih bersikap hati-hati.
“Chevron tetap fokus pada keselamatan dan kesejahteraan karyawan kami, serta integritas aset kami. Kami terus beroperasi sepenuhnya sesuai dengan semua hukum dan peraturan yang relevan,” kata juru bicara perusahaan dikutip dari Sky News, Minggu (4/12/2025).
Sementara itu, raksasa minyak AS lainnya, ConocoPhillips, menyatakan tengah memantau secara cermat perkembangan situasi di Venezuela serta dampaknya terhadap stabilitas energi global.
“Kami memantau perkembangan di Venezuela dan implikasi potensialnya terhadap pasokan dan stabilitas energi global. Akan terlalu dini untuk berspekulasi tentang aktivitas bisnis atau investasi di masa depan,” kata juru bicara ConocoPhillips.
Di sisi lain, sejumlah pemain besar industri energi global seperti ExxonMobil, Shell, BP, TotalEnergies, dan Saudi Aramco belum memberikan pernyataan resmi terkait rencana Trump maupun potensi keterlibatan mereka di sektor minyak Venezuela.
Untuk diketahui, Venezuela menyimpan sekitar 17 persen dari total cadangan minyak dunia atau setara dengan 303 miliar barel, menjadikannya salah satu negara dengan cadangan minyak terbesar secara global.