Daud menyebut, dalam ekosistem baru ini, PT Pos Indonesia (Persero) mendapat peran sebagai salah satu perusahaan utama yang akan memimpin transformasi. Sebab perseroan memiliki infrastruktur yang memadai untuk mendukung integrasi layanan logistik nasional.
Menurut Daud, Pos Indonesia saat ini didukung 5.597 titik layanan yang menjangkau seluruh Indonesia, armada sebanyak 8.032 unit, serta jaringan layanan ke lebih dari 220 negara. Perusahaan juga melayani lebih dari 2,2 juta pelanggan dan memproses lebih dari 300 ribu paket setiap hari.
Ia memastikan proses integrasi akan dilakukan secara bertahap dengan mengedepankan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (Good Corporate Governance/GCG) dan manajemen risiko sehingga tidak mengganggu layanan kepada pelanggan.
"Satu hal yang menjadi komitmen utama adalah menjaga kontinuitas layanan kepada seluruh pelanggan selama proses transformasi berlangsung. Para pelanggan dapat dipastikan tidak akan terganggu oleh proses penggabungan ini," kata Daud.
(Febrina Ratna Iskana)