AALI
8825
ABBA
232
ABDA
6025
ABMM
4340
ACES
630
ACST
196
ACST-R
0
ADES
7125
ADHI
760
ADMF
8550
ADMG
167
ADRO
3850
AGAR
324
AGII
2350
AGRO
615
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
105
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1580
AKRA
1305
AKSI
322
ALDO
700
ALKA
290
ALMI
396
ALTO
172
Market Watch
Last updated : 2022/09/26 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
532.30
-1.77%
-9.61
IHSG
7055.22
-1.72%
-123.36
LQ45
1007.76
-1.74%
-17.88
HSI
17835.35
-0.55%
-97.92
N225
26448.89
-2.6%
-704.94
NYSE
13796.99
-2.26%
-319.60
Kurs
HKD/IDR 1,914
USD/IDR 15,031
Emas
791,977 / gram

Usai Diresmikan Erick, Ini Rencana Aksi Korporasi Pertamina Shipping (PIS) hingga 2030

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Kamis, 06 Mei 2021 05:39 WIB
Untuk 2021, subholding akan membeli Kapal Aquarius atau kapal LNG. Pembelian tersebut menambah daftar 750 kapal yang dimiliki pertamina saat ini. 
Usai Diresmikan Erick, Ini Rencana Aksi Korporasi Pertamina Shipping (PIS) hingga 2030 (FOTO:MNC Media)
Usai Diresmikan Erick, Ini Rencana Aksi Korporasi Pertamina Shipping (PIS) hingga 2030 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Subholding Perkapalan atau PT Pertamina Shipping International (PIS) sudah diresmikan Kementerian Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Tercatat, ada aksi korporasi yang akan dilakukan perseroan beberapa tahun kedepannya.   

Direktur Utama PT Pertamina (Persero), Nicke Widyawati menuturkan, aksi korporasi yang akan dilakukan PIS. Untuk 2021, subholding akan membeli Kapal Aquarius atau kapal LNG. Pembelian tersebut menambah daftar 750 kapal yang dimiliki pertamina saat ini.  

Rencananya, LNG akan digunakan untuk mendukung supply gas ke Kilang Cilacap pemilik Pertamina dan memasok gas sebagai konversi Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD) milik PT PLN (Persero).  

Pada 2022, PIS akan melakukan investasi untuk mendukung pembangunan kapal Floating Storage and Regasification Unit (FSRU). Kapal FSRU sendiri memiliki kapasitas kargo penyimpanan gas alam cair atau Liquefied Natural Gas (LNG) sebesar 170.150 m3 dengan kapasitas unit regasifikasi 300 juta kaki kubik standar per hari (MMSCFD). 

Kapal FSRU ini nantinya akan terintegrasi dengan pembangkit listrik bertenaga gas dengan turbin ganda atau Combined Cycle Gas Turbin (CCGT) berkapasitas 1.760 MW. 

"Kami juga akan meningkatkan value PIS dengan masuknya PIS ke pasar gas. Dengan 17.000 pulau dan program net zero emission di 2030, gasifikasi menjadi sangat penting," ujar Nicke, Rabu (5/5/2021).  

Selanjutnya, anak usaha Pertamina itu akan menggandeng sejumlah mitra strategis untuk memperluas pasar perusahaan baik regional dan internasional. Sebab, saat ini masih banyak perusahaan yang hanya fokus di regional.  

PIS sendiri akan mengintegrasikan lima terminal seperti Terminal Pulau Sambu, Uban, Tanjung Sekong, Kotabaru, hingg Bau-Bau. Penyatuan terminal tersebut diyakini mampu mendorong kinerja perseroan ke market Asean.  

Langkah lain adalah penawaran saham perdana atau Initial Public Offering (IPO) pada 2021. Aksi ini dibeberkan Menteri BUMN, Erick Thohir. Meski begitu, dia enggan membeberkan waktu pasti IPO.  "Insyaallah tahun ini. Tapi kalau bulannya kapannya belum bisa," kata Erick. 

Dalam proses pencatatan saham BUMN di pasar modal tersebut, Kementerian BUMN terlebih dahulu melakukan koordinasi dan sosialisasi dengan pihak terkait. Pemegang saham juga menilai peresmian PIS menjadi langkah awal bagi PIS untuk terus memperkuat posisinya di industri energi dari sisi marine dan logistik. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD