AALI
9750
ABBA
226
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1470
ACST
290
ACST-R
0
ADES
1675
ADHI
1175
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1110
AGRO
940
AGRO-R
0
AGRS
456
AHAP
71
AIMS
530
AIMS-W
0
AISA
280
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3370
AKSI
785
ALDO
890
ALKA
254
ALMI
236
ALTO
320
Market Watch
Last updated : 2021/05/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
472.68
-0.2%
-0.95
IHSG
5970.24
-0.09%
-5.67
LQ45
888.95
-0.17%
-1.47
HSI
28637.46
0.77%
+219.46
N225
29331.37
1.8%
+518.74
NYSE
16348.41
0.36%
+59.14
Kurs
HKD/IDR 1,841
USD/IDR 14,315
Emas
824,769 / gram

Utang BUMN Ribuan Triliun, Tapi Dividen ke Negara Minim

ECONOMICS
Suparjo Ramalan/Sindonews
Rabu, 24 Maret 2021 20:55 WIB
Utang luar negeri BUMN mencapai Rp2.140 triliun pada kuartal III-2020. Sayangnya, kontribusi dividen ke negara masih minim.
Utang BUMN Ribuan Triliun, Tapi Dividen ke Negara Minim (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Utang Luar Negeri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) jumlahnya terus meningkat mencapai Rp2.140 triliun di kuartal III-2020. Namun, sayangnya dividen yang diberikan ke negara dianggap masih sangat minim.

Ekonom senior Institute for Develompent of Economic and Finance (Indef) Didik J Rachbini menilai, labah yang disetorkan BUMN kepada negara tercatat sedikit. Namun di satu sisi, perseroan mencatatkan utang hingga ribuan triliun. 

"BUMN ini memberikan laba ke pemerintah, utangnya ribuan triliun, setoran labanya itu seupil," ujar Didik dalam diskusi virtual, Rabu (24/3/2021). 

Dia merinci, laba paling tinggi disetor oleh PT Bank BRI (Persero) sebesar sebesar Rp 11 triliun. Kemudian PT Telkom Indonesia (Persero) senilai Rp 8 triliun. Disusul PT Bank BNI (Persero) Rp 2 triliun. 

"Pupuk subsidinya Rp 30 triliun, perolehan labanya Rp 1 triliun. Jadi BUMN ini saya kira antara diperlukan dan tidak diperlukan. Diperlukannya karena dia mengeksekusi kegiatan ekonomi, tapi beban utangnya sangat banyak. Kalau BUMN diberikan mandat, main embat aja, perkara resikonya urusan belakangan. Kita siap-siap saja presiden berikutnya menerima tumpukan utang yang sangat besar,” kata dia.

Secara agregat, utang BUMN mencapai Rp2.140 triliun pada kuartal III-2020. Jumlah itu tidak saja menyangkut utang luar negeri (ULN), tapi juga terkait liabilitas yang menjadi tanggung jawab BUMN. 

ULN Indonesia per akhir Januari 2021 meningkat dari posisi ULN di Desember 2020. Bank Indonesia (BI) mencatat, posisi ULN Indonesia pada periode tersebut sebesar 420,7 miliar dolar AS atau lebih tinggi dari posisi Desember 2020 yang tercatat 417,5 miliar dolar AS.

Utang itu terdiri terdiri dari ULN sektor publik atau pemerintah dan bank sentral sebesar 213,6 miliar dolar AS dan ULN sektor swasta, termasuk BUMN sebesar 207,1 miliar dolar. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD