AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
0.00
-100%
-17259.00
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,319
Emas
838,644 / gram

Varian Mu Belum Terdeteksi di Indonesia, Pemerintah Diminta Perketat Pintu Masuk

ECONOMICS
Muhammad Sukardi
Jum'at, 10 September 2021 10:24 WIB
Varian Mu harus disikapi serius, karena jika 'kebobolan', akan merusak capaian positif yang sudah didapatkan Indonesia sekarang.
Varian Mu Belum Terdeteksi di Indonesia, Pemerintah Diminta Perketat Pintu Masuk (FOTO:MNC Media)
Varian Mu Belum Terdeteksi di Indonesia, Pemerintah Diminta Perketat Pintu Masuk (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Saat ini, Korea Selatan melaporkan tiga kasus Covid-19 varian Mu telah teridentifikasi pada minggu lalu. Pasien varian Mu diketahui merupakan imigran dari Meksiko, Amerika Serikat, dan Kolombia yang tiba pada Mei, Juni, dan Juli. 

Pemerintah Korea Selatan, menurut kantor berita The Korea Herald, menegaskan bahwa varian Mu hingga sekarang belum menjadi kasus yang menyebar secara lokal atau local transmission. Artinya, penyebaran varian Mu dari pembawa virus belum terjadi di masyarakat. 

Kabar ini tentu harus menjadi perhatian pemerintah Indonesia. Pengetatan pintu masuk wajib dilakukan mulai dari sekarang, meski negara tetangga seperti Malaysia, Singapura, Filipina, atau Thailand belum ada yang melaporkan kasus varian Mu. 

Presiden Joko Widodo pun sudah meminta kepada jajarannya, khususnya Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, untuk mengantisipasi masuknya varian ini. Menurutnya, varian Mu harus disikapi serius, karena jika 'kebobolan', akan merusak capaian positif yang sudah didapatkan Indonesia sekarang. 

Para ahli kesehatan pun meminta agar pintu masuk harus diperketat untuk mencegah masuknya varian Mu yang memiliki kecenderungan kebal vaksin. Salah satu saran datang dari pakar kesehatan Universitas Gadjah Mada. 

"Meski varian Mu belum terdeteksi di Indonesia, pemerintah perlu melakukan pengetatan pintu masuk agar tidak sampai menyebar luas seperti varian Delta," terang Ketua Pokja Genetik FKKMK Universitas Gadjah Mada, dr Gunadi, Sp.BA. PhD., dalam keterangan resminya, Jumat (10/9/2021). 

Dari sisi Kementerian Kesehatan, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan, Maxi Rein Rondonuwu, menyatakan bahwa pemerintah memastikan bahwa pintu masuk negara diperkuat sejalan dengan mulai menyoloknya varian Mu ini. 

"Kami pastikan akan memperketat pintu masuk di pelabuhan maupun udara dengan ditemukannya berbagai varian virus, termasuk varian Mu ini. Pemantauan dan proses karantina di pintu masuk pun menjadi bagian di dalamnya," terang Maxi di keterangan daring, belum lama ini. 

Tak hanya itu, pemerintah pun menjamin masifnya genome sequencing di daerah-daerah pintu masuk. Jadi, pemeriksaan varian akan dilakukan lebih banyak lagi terlebih kini Indonesia sudah memiliki 14 laboratorium yang sanggup melakukan genome sequencing. 

"Jadi, itu salah satu cara kami memastikan keamanan dan keselamatan masyarakat terhadap risiko masuknya varian-varian yang bisa membahayakan," ungkap Maxi. 

Sementara itu, Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Profesor Zubairi Djoerban mengharapkan tak hanya pengetatan pintu masuk tetapi juga melakukan monitoring harian, terutama data berbagai negara. 

"Untuk sekarang ini masih sedikit sekali, (kasus dilaporkan) di Amerika, Meksiko, dan Spanyol. Untuk tempat lain masih sangat sedikit," ungkapnya di Instagram, beberapa waktu lalu. 

Saran lain yang diberikan Prof Beri adalah memastikan masyarakat tidak abai dengan protokol kesehatan, terlebih merasa sudah banyak yang divaksin artinya sudah boleh lebih bebas. 

"Jangan abai prokes. Sekarang sudah ada istilahnya, orang ingin sekali piknik karena sudah lama berapa di rumah, dan ini harus segera diawasi," katanya.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD