AALI
9925
ABBA
292
ABDA
6725
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
198
ACST-R
0
ADES
3680
ADHI
840
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2280
AGAR
364
AGII
1465
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
150
AHAP
71
AIMS
412
AIMS-W
0
AISA
176
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1395
ALKA
358
ALMI
308
ALTO
226
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.75
-0.39%
-1.98
IHSG
6658.02
-0.53%
-35.38
LQ45
949.05
-0.41%
-3.90
HSI
24243.89
-0.57%
-139.43
N225
28362.45
0.85%
+238.17
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,835
USD/IDR 14,305
Emas
836,242 / gram

Wapres Minta Perketat Pintu Masuk Indonesia untuk Cegah Varian MU

ECONOMICS
Dita Angga Rusiana
Kamis, 09 September 2021 12:27 WIB
Wapres Maruf Amin imbau untuk memperketat pintu masuk Indonesia untuk antisipasi varian MU.
Wapres Minta Perketat Pintu Masuk Indonesia untuk Cegah Varian MU (Dok.MNC Media)
Wapres Minta Perketat Pintu Masuk Indonesia untuk Cegah Varian MU (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Meski varian MU atau B 1621 masih belum ditemukan di Indonesia, Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengatakan bahwa varian tersebut harus diantisipasi, salah satunya dengan memperketat pintu masuk Indonesia.

“Saya kira sementara ini memang diperketat saja pintu masuknya supaya mereka yang masuk kalau memang nanti membawa varian baru itu sudah bisa dicegah lebih awal. Baik di lapangan udara maupun di pintu laut, itu semua dilakukan pengetatan-pengetatan. Jadi arahnya kepada itu,” katanya saat meninjau pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) dan vaksinasi di Kabupaten Bogor, Kamis (9/9/2021).

Namun begitu dia menilai tidak hanya mengantisipasi dari luar Indonesia saja tapi juga dari dalam juga perlu dipersiapkan. Salah satunya adalah dengan  memperketat protokol kesehatan (prokes) 3M.

“Kemudian juga dengan testing, tracing.  Dan terus untuk melakukan penelusuran kepada mereka yang terpapar. Sehingga  tidak ada lagi yang tidak tertangani dengan baik,” tuturnya.

Selain itu dia mengatakan bahwa upaya percepatan vaksinasi juga menjadi kunci penting untuk mengantisipasi varian baru.

“Itu game changernya. Karena itu kita terus lakukan upaya-upaya percepatan,” tuturnya.

Lebih lanjut Maruf mengungkapkan bahwa saat ini vaksinnya sudah tersedia. Peningkatan cakupan vaksinasi juga terus digencarkan. Dimana selain mengandalkan tenaga kesehatan yang ada juga melibatkan TNI, Polri, BKKBN.

“Termasuk lembaga-lembaga pendidikan dan perguruan tinggi ini dalam rangka mempercepat. Jadi saya katakan sekarang kita sudah menuju kepada 2 juta lebih per hari. Kalau selama ini baru 1 juta lebih per hari. Sekarang kita sudah mulai 2 juta. ini semua dalam rangka untuk menangkal supaya kita mampu menghadapi kemungkinan dalam bentuk varian apapun karena kita mau perkuat di dalam,” pungkasnya. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD