AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

Varian Omicron Ditemukan di Australia, Menkes Minta Warga Tak Panik

ECONOMICS
Rizky Pradita Ananda
Minggu, 28 November 2021 21:38 WIB
Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengimbau masyarakat untuk tidak panik di tengah merebaknya kasus varian Covid-19 Omicron.
Varian Omicron Ditemukan di Australia, Menkes Minta Warga Tak Panik. (Foto: MNC Media)
Varian Omicron Ditemukan di Australia, Menkes Minta Warga Tak Panik. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Kesehatan, Budi Gunadi Sadikin, mengimbau masyarakat untuk tidak panik di tengah merebaknya kasus varian Covid-19 Omicron. Virus jenis ini sudah dinyatakan masuk dalam varian of concern (VoC) menyusul varian sebelumnya, yakni alpha, beta, gamma dan delta.

“Pemerintah ambil kebijakan selalu dengan basis data. Kalau kita lihat kasus konfrimasi positif sudah di 9 negara dan 4 negara lainnya masih kemungkinan. Total 13 negara dengan 128 kasus, Jadi kita tidak perlu panik dan terburu-buru mengambil kebijakan yang tidak berbasis data,” kata Menkes Budi, dalam siaran langsung Respon Pemerintah Dalam Menghadapi Varian Omicron, Minggu (28/11/2021).

Menkes Budi menginformasikan, jika dilihat dari daftar negara yang sudah terkonfirmasi positif, yang paling banyak ada penerbangan ke Indonesia adalah Hong Kong, Italia, Inggris, dan Afrika Selatan. Sedangkan untuk negara probable (mungkin ada), paling besar datang dari Jerman dan Belanda.

Ia menegaskan, saat ini kemampuan Indonesia dan dunia sudah jauh lebih cepat dalam menemukan virus varian baru. Inilah yang menjadi salah satu dasar, untuk masyarakat agar tidak langsung panik.

“Dunia dan Indonesia sekarang sudah jauh lebih cepat dan canggih dalam  mengidentifikasi varian-varian baru karena varian baru inilah yang menyebabkan lonjakan. Kemampuan jaringan lab sudah mampu untuk melihat penyebarannya di dunia, mengidentifikasinya dengan cepat, dan membuat kita bisa merespon kebijakan dengan cepat,” tutupnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD