AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia, Pakar Imbau Masyarakat Tak Perlu Panik

ECONOMICS
Leonardus Kangsaputra
Sabtu, 04 Desember 2021 13:00 WIB
Varian Omicron saat ini tengah menjadi perhatian dunia. Bahkan saat ini Malaysia telah melaporkan temuan kasus yang disebabkan oleh varian baru tersebut.
Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia, Pakar Imbau Masyarakat Tak Perlu Panik (FOTO:MNC Media)
Varian Omicron Terdeteksi di Malaysia, Pakar Imbau Masyarakat Tak Perlu Panik (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Varian Omicron saat ini tengah menjadi perhatian dunia. Bahkan saat ini Malaysia telah melaporkan temuan kasus yang disebabkan oleh varian baru tersebut. 

Lantas bagaimana dengan Indonesia?

Merangkum dari laman Instagram @dr.fajriaddai, Sabtu (4/12/2021), Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda'i mengimbau masyarakat untuk tidak panik. Masyarakat harus bersikap biasa saja dan tetap waspada. 

"Biasa saja dan tetap waspada kalaupun sudah ada di Indonesia. Kalau benar-benar melarang masuk atau keluar dari suatu negara memang susah dan banyak konsekuensi diplomatik dll," kata dr. Fajri dalam unggahan penjelasannya. 

Ia menambahkan bahwa yang paling penting dilakukan pada saat ini adalah karantina beserta dengan implementasinya. Sebab bisa saja varian Omicron ini sudah menyebar ke berbagai negara tanpa diketahui. 

Sebagaimana diketahui saat ini pemerintah telah mengatur ulang sistem karantina bagi masyarakat yang masuk ke Indonesia. Salah satunya adalah mentracing WNA dan WNI yang memiliki riwayat perjalanan dari 11 negara tertentu. 

Adapun ke-11 negara yang dimaksud tersebut adalah Afrika Selatan, Botswana, Namibia, Lesotho, Mozambik, Eswatini, Zimbabwe, Malawi, Angola, Zambia, dan Hong Kong. Oleh sebab itu dengan menerapkan karantina yang baru, masyarakat juga diminta berpartisipasi untuk mencegah potensi penularan Covid-19. 

"Caranya dengan menggunakan masker dan mengurangi interaksi yang berisiko tinggi merupakan hal utama yang dapat menekan penyebaran," tuntasnya. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD