AALI
9450
ABBA
278
ABDA
6050
ABMM
2490
ACES
720
ACST
174
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
755
ADMF
8150
ADMG
174
ADRO
3150
AGAR
312
AGII
2340
AGRO
840
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
95
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1530
AKRA
1215
AKSI
268
ALDO
750
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.41
1.11%
+5.93
IHSG
7160.39
1.05%
+74.15
LQ45
1018.33
1.04%
+10.53
HSI
20082.43
2.41%
+471.59
N225
0.00
-100%
-27999.96
NYSE
0.00
-100%
-15264.79
Kurs
HKD/IDR 160
USD/IDR 14,765
Emas
848,754 / gram

Wagub DKI: Tak Boleh Ada Kembang Api, Arak-arakan hingga Konser Musik Saat Malam Tahun Baru

ECONOMICS
Indra Purnomo
Kamis, 30 Desember 2021 14:42 WIB
Wagub DKI Jakarta, Riza Patria meminta tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan terutama saat malam tahun baru.
Wagub DKI: Tak Boleh Ada Kembang Api, Arak-arakan hingga Konser Musik Saat Malam Tahun Baru (FOTO: MNC Media)
Wagub DKI: Tak Boleh Ada Kembang Api, Arak-arakan hingga Konser Musik Saat Malam Tahun Baru (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Wakil Gubernur DKI Jakarta, Ahmad Riza Patria meminta tidak melakukan kegiatan yang menimbulkan kerumunan terutama saat malam tahun baru. Hal ini untuk mengantisipasi penyebaran covid-19 terutama varian omicron.

"Kebijakan Pemprov DKI Jakarta sudah disampaikan memasuki tahun baru tidak boleh ada kegiatan kembang api, tidak boleh ada kegiatan arak-arakan, bahkan tidak boleh ada kegiatan malam tahun baru, tidak ada konser, tidak ada musik," ujar pria yang biasa disapa Ariza ini di Balai Kota Jakarta, Kamis (30/12/2021). 

Bahkan, Ariza membeberkan bahwa pihaknya juga akan melakukan inspeksi mendadak (sidak) keliling. Adapun Polda Metro Jaya membuat kebijakan menutup jalan di sejumlah ruas saat malam pergantian tahun baru 2022. Tujuannya untuk mengurangi mobilitas yang menimbulkan adanya penularan Covid-19. 

"Bahkan kita akan melakukan sidak keliling. Polda Metro Jaya akan membuat kebijakan jalan-jalan yang biasa terjadi kerumunan itu nanti akan ditutup seperti tahun-tahun sebelumnya dalam rangka mengurangi interaksi, mobilitas dan agar tidak terjadi kerumunan yang dapat menimbulkan penularan Covid-19," jelas Ariza. 

Politisi Partai Gerindra itu juga meminta masyarakat tidak menganggap remeh varian Omicron. Apalagi, terjadi peningkatan kasus yang signifikan di berbagai negara. Pihaknya meminta masyarakat berhati-hati terhadap varian baru Omicron yang penularannya lebih cepat dari varian sebelumnya. 

"Jadi terkait lonjakan Omicron seperti yang sudah disampaikan sebelumnya memang Omicron ini dalam beberapa hari itu terjadi peningkatan. Di dalam 89 negara itu, dalam 3 hari minggu lalu itu, dalam 3 hari 89 terjadi peningkatan 2 kali lipat, termasuk di Indonesia juga ada peningkatan," katanya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD