AALI
9925
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1570
ACES
1260
ACST
242
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1070
ADMF
7825
ADMG
200
ADRO
1935
AGAR
328
AGII
1475
AGRO
2230
AGRO-R
0
AGRS
187
AHAP
72
AIMS
432
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1080
AKRA
4320
AKSI
400
ALDO
860
ALKA
238
ALMI
248
ALTO
262
Market Watch
Last updated : 2021/12/09 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
506.06
0.26%
+1.33
IHSG
6621.04
0.26%
+17.24
LQ45
947.48
0.2%
+1.89
HSI
24238.70
1.01%
+241.83
N225
28725.47
-0.47%
-135.15
NYSE
16899.92
0.28%
+46.35
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,345
Emas
823,698 / gram

Walau Usaha Kecil, UMKM Adalah Tulang Punggung Ekonomi RI

ECONOMICS
Azfar Muhammad
Minggu, 19 September 2021 15:45 WIB
Walau sektor UMKM terlihat kecil dengan perputaran modal yang tidak terlalu besar. Tapi ternyata UMKM justru menjadi tulang punggung roda ekonomi nasional.
Walau Usaha Kecil, UMKM Adalah Tulang Punggung Ekonomi RI (FOTO: MNC Media)
Walau Usaha Kecil, UMKM Adalah Tulang Punggung Ekonomi RI (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Walau sektor Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) terlihat kecil dengan perputaran modal yang tidak terlalu besar. Tapi ternyata UMKM justru menjadi tulang punggung roda ekonomi nasional.

Hal tersebut seperti diungkapkan, Ketua Dewan Komisioner Ototitas Jasa Keuangan (OJK) Wimboh Santoso. Ia mengatakan sektor usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) menjadi tulang punggung perekonomian Indonesia.  Ia  mengaku salah satu sektor paling terdampak dari pandemi ini adalah sektor UMKM yang dipengaruhi oleh penurunan tingkat konsumsi masyarakat. 


“Sektor UMKM merupakan tulang punggung perekonomian Indonesia dengan kontribusi mencapai 57,24 persen dari total PDB Indonesia. Berdasarkan data Kemenkop- UKM, sebanyak 99,99 persen dari total pelaku usaha atau setara dengan 64 juta pelaku usaha berasal dari UMKM dengan penyerapan tenaga kerja yang besar, yakni mencapai 117 juta orang (97 persen) dari total tenaga kerja,” kata Wimboh melalui keterangan yang diterima, Minggu (18/9/2021). 


Dirinya mengatakan dengan pertimbangan besarnya peran UMKM tersebut, OJK mengeluarkan kebijakan preemptive agar UMKM dapat bertahan di masa pandemi melalui POJK 11 dan 48 tahun 2020. 


“Kebijakan tersebut telah membantu 5,30 juta debitur UMKM dengan nominal kredit Rp332 triliun di awal pandemi (Juli-20),dan saat ini sudah semakin menurun menjadi 3,58 juta debitur dengan nominal Rp285 triliun,” ujarnya. 


Selain itu, OJK juga mengeluarkan berbagai kebijakan untuk mendorong pengembangan sektor UMKM dengan menyatukan proses dari hulu ke hilir secara terintegrasi dalam satu ekosistem digital. 


“Sebagai salah satu bentuk komitmen OJK dalam mendukung produk dan layanan keuangan digital yang berfokus kepada pengembangan UMKM, termasuk DigiKU, OJK menyelenggarakan webinar pada hari ini yang melibatkan kolaborasi sektor perbankan,pengusaha UMKM, dan penyedia platform digital,” pungkasnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD