AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Pemerintah Targetkan Pembiayaan Digital UMKM Tembus Rp 16 Triliun di 2024

ECONOMICS
Anggie Ariesta
Sabtu, 18 September 2021 17:41 WIB
Pemerintah menargetkan pembiayaan secara digital hingga Rp16 triliun bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pada tahun 2024.
Pemerintah menargetkan pembiayaan secara digital hingga Rp16 triliun bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pada tahun 2024. (Foto: MNC Media)
Pemerintah menargetkan pembiayaan secara digital hingga Rp16 triliun bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pada tahun 2024. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah menargetkan pembiayaan secara digital hingga Rp16 triliun bagi para pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) pada tahun 2024.

Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Kemaritiman dan Investasi (Kemenkomarves) Odo R.M Manuhutu mengatakan, pemerintah bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengembangkan mekanisme pembiayaan secara digital bagi para pelaku UMKM, didukung oleh Himpunan Bank Negara (Himbara). Pemerintah pun menetapkan target yang besar dari program itu.

"Kami targetkan (pembiayaan) Rp16 triliun pada 2024, menjadi kesempatan bagi UMKM untuk memanfaatkan pembiayaan ini," ujarnya dalam Webinar Business Matching 'Digitalisasi Pembiayaan untuk UMKM' OJK secara virtual, Jakarta, Sabtu (18/9/2021).

Odo menambahkan, hingga Juli 2021 sebanyak Rp2,45 triliun pembiayaan telah disalurkan kepada pelaku UMKM secara digital. Pada tahun ini, ditargetkan penyaluran dapat mencapai Rp4,2 triliun.

Menurut Odo, penyaluran secara digital dapat memudahkan UMKM memperoleh modal untuk mengembangkan usahanya. Selama ini, UMKM kerap kesulitan mendapatkan layanan keuangan formal, padahal potensi pengembangannya begitu besar.

Pembiayaan secara digital dilakukan melalui berbagai langkah, baik melalui perbankan, melalui fintech peer-to-peer lending, hingga pasar modal melalui securities crowdfunding. Himbara pun memiliki layanan kredit DigiKU yang memberikan pembiayaan secara digital ke UMKM.

Hal tersebut juga didukung OJK dengan memberikan berbagai kebijakan untuk mendorong pengembangan sektor UMKM dan menyatukan proses bisnis UMKM dalam satu ekosistem yang terintegrasi mulai dari hulu sampai ke hilir dengan menggunakan platform digital. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD