“Jadi dengan perlambatan global ini, ada ancaman bahwa negara-negara berkembang akan terjebak di middle income trap,” ujarnya dalam acara Islamic Public Finance Role and Optimization di Jakarta, Kamis (3/10/2024).
Tommy menambahkan, pertumbuhan ekonomi global pada 2024-2025 diliput ketidakpastian yang tinggi. Pada 2024, ekonomi global diproyeksikan tumbuh 2,6 persen sebelum naik tipis 2,7 persen pada 2025 dan 2026. Situasi ini lebih lambat dibandingkan 2023 dan 2022 yang tumbuh masing-masing 3 persen dan 3,5 persen.
"Selain dari ketidakpastian situasi global dunia, saat ini juga terjadi di dalamnya fragmentasi ekonomi dengan banyak konsekuensi negatif yang berdampak pada stabilisasi rantai pasok dan juga perdagangan ekonomi global," katanya.
Selain pertumbuhan PDB, Tommy juga menyoroti masih tingginya angka kemiskinan yang menjadi isu global. Kondisi ini dikhawatirkan menciptakan ketimpangan yang serius di antara negara-negara di dunia.
(Rahmat Fiansyah)