sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Wamentan: Indonesia Tak Impor Beras, Jagung, dan Gula Lagi

Economics editor Tangguh Yudha
24/06/2026 09:46 WIB
Pemerintah akan terus melakukan berbagai perbaikan agar swasembada pangan semakin kokoh dan berkelanjutan.
Wamentan: Indonesia Tak Impor Beras, Jagung, dan Gula Lagi
Wamentan: Indonesia Tak Impor Beras, Jagung, dan Gula Lagi

IDXChannel - Wakil Menteri Pertanian (Wamentan), Sudaryono menegaskan bahwa Indonesia telah berhasil menghentikan impor sejumlah komoditas pangan strategis seperti beras, jagung, dan gula. Menurutnya, capaian tersebut patut untuk disyukuri.

“Enggak impor pangan lagi, enggak impor beras lagi, enggak impor jagung lagi, enggak impor gula lagi. Itu kita syukuri, sembari kita juga secara perlahan kita perbaiki apa yang memang harus kita perbaiki,” kata Wamentan dalam keterangan resminya, Rabu (24/6/2026).

Namun begitu, kata Wamentan, pemerintah akan terus melakukan berbagai perbaikan agar swasembada pangan semakin kokoh dan berkelanjutan.

Dia menyebut pemerintah terus memastikan ketersediaan benih berkualitas, memperkuat sarana produksi, serta membenahi jaringan irigasi agar pembangunan pertanian semakin merata di seluruh wilayah Indonesia.

“Misalnya kita bagaimana membangun pertanian yang baik, sebaik pertanian yang di tempat lain, di Papua. Membangun pertanian di Papua sebagus pertanian di provinsi lain. Irigasi kita perbaiki, kepastian benih yang baik dan berkualitas kita pastikan dan seterusnya,” katanya.

Dia menegaskan Presiden Prabowo Subianto memiliki komitmen kuat menjadikan swasembada pangan sebagai bagian dari ketahanan dan kedaulatan bangsa. Wamentan Sudaryono memastikan pemerintah terus mempercepat revitalisasi irigasi secara bertahap hingga 2029.

“Presiden Prabowo tahun lalu telah merevitalisasi dengan anggaran sekitar Rp12 triliun tahun 2025. 2026 ini Rp14 triliun, dan akan diteruskan sampai dengan 2029. Diharapkan di ujung tahun sampai dengan 2029 itu, semua irigasi yang memang diperlukan untuk diperbaiki itu kemudian semua kita perbaiki semua,” kata dia.

Menurut Wamentan, perbaikan irigasi akan meningkatkan indeks pertanaman sehingga petani dapat menanam lebih dari satu kali dalam setahun dan pada akhirnya mendorong peningkatan kesejahteraan petani.

“Kita harapkan dengan adanya irigasi orang bisa nanam, di musim kemarau bisa nanam. Yang tadinya nanam sekali bisa dua kali, yang dua kali jadi tiga kali. Dan itu selain negara kita dapat produktivitas pertani, tapi petaninya juga tambah sejahtera, karena yang tadinya panen sekali bisa panen lebih dari sekali,” katanya.

(Nur Ichsan Yuniarto)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement