AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

Wapres: Pemerintah Antisipasi Warga yang Mudik Sebelum 6 Mei 2021

ECONOMICS
Dita Angga/Sindo
Selasa, 30 Maret 2021 15:19 WIB
Pemerintah saat ini tengah menyiapkan antisipasi kemungkinan warga mudik sebelum 6 Mei 2021.
pemerintah saat ini tengah menyiapkan antisipasi kemungkinan warga mudik sebelum 6 Mei 2021. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Wakil Presiden (Wapres) Maruf Amin mengatakan bahwa pemerintah saat ini tengah menyiapkan antisipasi kemungkinan warga mudik sebelum 6 Mei 2021. Seperti diketahui, pemerintah telah mengeluarkan larangan mudik yang diberlakukan mulai tanggal 6 hingga 17 Mei 2021.

“Memang pelarangannya itu kan dari tanggal itu. Tapi kita tidak mempersiapkan sebelum itu. Sekarang sedang disusun apa nanti hal-hal kalau terjadi kebocoran-kebocoran lah. Mereka yang mendahului sebelum tanggal itu sudah disiapkan penangkalan-penangkalannya,” kata Maruf, Selasa (30/3/2021).

Maruf mengatakan bahwa alasan pemerintah melarang mudik adalah adanya potensi tingginya penularan covid-19. Menurutnya meskipun kasus covid-19 di tanah air saat ini cenderung rendah namun harus tetap waspada.

“Kita sekarang ini tidak boleh apa ya, terlalu euforia. Sehingga kita wah ini sudah udah turun. Sebab kalau tidak, itu bisa akan naik seperti di negara-negara lain,” ujarnya.

 Dia mengaku bahwa tahun ini lebih cepat mengumumkan pelarangan mudik dibandingkan tahun lalu. Pasalnya jika terlambat seperti tahun lalu maka angka mudik tidak terbendung.

“Pengalaman tahun yanglalu, libur lebaran itu, walaupun sudah dilarang tapa karena terlambat larangannya terjadi maka yang mudik itu besar. Dampaknya  seminggu kemudian sesudah lebaran terjadi peningkatan hampir 90%,” ungkapnya.

“Melihat tahun lalu seperti itu. Itu dilarang.  Nah tahun yang lalu itu telat. Karena itu kita sekarang lebih awal,” pungkasnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD