AALI
9725
ABBA
224
ABDA
0
ABMM
780
ACES
1480
ACST
280
ACST-R
0
ADES
1665
ADHI
1165
ADMF
8075
ADMG
167
ADRO
1185
AGAR
428
AGII
1095
AGRO
910
AGRO-R
0
AGRS
570
AHAP
71
AIMS
494
AIMS-W
0
AISA
274
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
585
AKRA
3240
AKSI
785
ALDO
870
ALKA
242
ALMI
236
ALTO
318
Market Watch
Last updated : 2021/05/07 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
468.07
-0.98%
-4.61
IHSG
5928.31
-0.7%
-41.93
LQ45
880.72
-0.93%
-8.22
HSI
28610.65
-0.09%
-26.81
N225
29357.82
0.09%
+26.45
NYSE
0.00
-100%
-16348.41
Kurs
HKD/IDR 1,838
USD/IDR 14,290
Emas
835,733 / gram

Warga Dapat Bantuan Lauk dan Sayur, Pedagang Tempe Kesal

ECONOMICS
Kontributor MPI
Kamis, 22 April 2021 21:59 WIB
Puluhan pedagang tempe di Pasar Moga, Pemalang, Jawa Tengah mengamuk dan membuat dagangannya.
Warga Dapat Bantuan Lauk dan Sayur, Pedagang Tempe Kesal (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Puluhan pedagang tempe di Pasar Moga, Pemalang, Jawa Tengah mengamuk dan membuat dagangannya. Kekesalan pedagang ini karena masyarakat mendapatkan bantuan dari pemerintah berupa sembako termasuk lauk dan sayuran.

Program Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) yang diberikan kepada masyarakat oleh pemerintah ditenggarai membuat dagangan pedagang tempe tidak laku dan banyak yang busuk, karena masyarakat sudah dapat bantuan lauk.

Barang yang dijajalan sejak pagi tidak lalu, kemudian para pedagang melampiaskan kekesalannya dnengan membuang tempe yang tidak laku dijual.

“Saya cepek, tempe saya busuk semua tidak laku, saya kecewa,” kata Rofiah salah satu pedagang Pasar Moga, Pemalang, Kamis (22/4/2021).


“Dagangan kami ngak ada yang beli. Karena pada dapat PKH, dapat telurnya banyak. Rata-rata semua pedagang senasib semua. PKH dapat dikasih ya ngak papa, kasih uang saja, jangan dikasih sayuran dan lauk. Uangnya kan gunakan buat beli lauk di pasar. Ini mau bagaimana mau laku, masyarakat sudah dapat lauk sudah dapat sayur,” tambah Rofiah.

Camat Moga, Andri mengaku prihatin terkait situasi ekonomi dalam lingkungan kecamatan Moga. Ia berharap, bantuan pemerintah nanti juga melibatkan pihak UKM Desa setempat sehingga kejadian seperti ini tidak terulang kembali.

“Pandemi ini mengalami penurunan transaksi dan perjalanan produksi dengan penjualannya, terutama pengusaha tempe. Adapun terkait hal itu, ini terkait pengurusan dari agen dan warga lingkungan Moga, dengan munculnya keluhan pengusaha tempe ini bisa jadi bahan evaluasi,” ungkap Andri. (Suryono Sukarno)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD