Program tersebut akan berjalan bersamaan dengan pembukaan areal tebu baru. Di Lampung, pengembangan areal tebu baru telah mencapai sekitar 30 ribu hektare (ha) dengan produktivitas yang diharapkan bisa mencapai 100 ton per ha.
Sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto memberikan target kepada Amran untuk mewujudkan swasembada gula dalam empat tahun. Target tersebut disampaikan saat Panen Raya Tebu di Malang pada 17 Juli 2026. Pemerintah pun awalnya merancang peremajaan tebu seluas 100 ribu hektare per tahun, namun Amran optimistis target swasembada dapat dipercepat menjadi dua tahun.
Amran meyakini peremajaan tanaman tebu rakyat dapat meningkatkan produktivitas sekaligus memperbaiki rendemen sehingga produksi gula nasional mampu memenuhi kebutuhan dalam negeri.
“Kalau itu terjadi, insyaallah kebutuhan white sugar (gula putih) bisa cukup, bahkan lebih,” ujarnya.
Selain peremajaan dan perluasan areal, pemerintah juga akan memberikan dukungan kepada pabrik gula di berbagai daerah untuk meningkatkan kapasitas dan produktivitas. Peningkatan produktivitas dan rendemen tebu, menurut Amran, menjadi kunci percepatan swasembada gula nasional.
“Yang terpenting rendemen tebu. Saya gigit saja sudah tahu rendemennya,” ujarnya.
(Rahmat Fiansyah)