sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Dapur Tara, Sisi Lain Labuan Bajo dan Citarasa Lawas Khas Flores 

Ecotainment editor Yanto Kusdiantono
12/07/2026 07:30 WIB
Dapur Tara adalah pintu masuk bagi mereka yang ingin menikmati kuliner khas dan sekaligus budaya Flores, NTT.
Dapur Tara adalah pintu masuk bagi mereka yang ingin menikmati kuliner khas dan sekaligus budaya Flores, NTT. (Foto: Ist)
Dapur Tara adalah pintu masuk bagi mereka yang ingin menikmati kuliner khas dan sekaligus budaya Flores, NTT. (Foto: Ist)

Di Dapur Tara inilah, yang lokasinya berada di Desa Melo, Liang Ndara, Manggarai Barat, dia bersama sekitar 15 anggota komunitas, meracik aneka menu makanan warisan leluhurnya untuk disajikan kepada para tamu. Ayam asap, nasi hang kolo yang dimasak menggunakan bambu, nasi merah, sup ayam gosa gora, hingga sambal nanas yang kesemuanya dibuat dengan resep tradisional dan rempah-rempah yang ditanam di sekitar dapur. 

Tak hanya menyediakan aneka makanan, Dapur Tara juga memiliki paket wisata gastronomy di mana wisatawan bisa ikut terlibat dalam aktivitas meracik menu. Berbeda dangan kebiasaan di era serba praktis dan instan, di ‘resto kebun’ yang berada di lintasan jalan Trans Flores ini, wisatawan harus sabar mengikuti proses memasak karena di beberapa menu ada yang harus dimasak hingga berjam-jam dengan api dari kayu bakar. 

“Setelah semua matang, kita makan di sini (ruang makan) duduk bersama. Tidak ada kursi, sesuai dengan tradisi kami,” ujar Liz. 
Selain menikmati kuliner, di Dapur Tara wisatawan juga bisa menginap dan me-lokal bersama masyarakat sekitar. Jika tamunya stay dalam waktu lama, tak jarang Liz mengajak turis-turisnya yang rata-rata dari Australia dan Eropa untuk mengikuti acara-acara adat lengkap dengan busana daerah seperti sarung. 

Menghidupkan Ekonomi Desa 

Keberadaan Dapur Tara merupakan contoh bagaimana potensi lokal kini bisa menghidupkan ekonomi masyarakat desa. Tidak hanya desa tempat Dapur Tara berada, tetapi juga desa lain di sekitarnya. 

“Kalau kebetulan tamu banyak, kita kan perlu bahan makanan lebih banyak. Maka otomatis kami akan cari ke desa lain pasokan makanan mentahnya untuk diolah dan disajikan di sini,” ujar Liz. 

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement