AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Diterjang Pandemi, Toko Ibunda Ernest Prakasa Ditutup Setelah 36 Tahun Beroperasi

ECOTAINMENT
Lintang Tribuana
Selasa, 14 September 2021 16:15 WIB
Toko yang menjadi inspirasinya membuat film Cek Toko Sebelah kini harus ditutup.
Diterjang Pandemi, Toko Ibunda Ernest Prakasa Ditutup Setelah 36 Tahun Beroperasi (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Selebriti Ernest Prakasa menyampaikan kabar tak menyenangkan mengenai toko kelontong sang ibu. Toko yang menjadi inspirasinya membuat film Cek Toko Sebelah kini harus ditutup.  

Hal itu disampaikan Ernest melalui unggahan Instagramnya. Suami Meira Anastasia ini berfoto bersama sang ibunda serta para karyawan di depan toko bersejarah itu.  

"Seperti adegan di film Cek Toko Sebelah, hari ini nyokap gue harus mengucapkan selamat tinggal sama para karyawan, sebagian bahkan sudah mengabdi selama belasan tahun," tulis Ernest, dikutip pada Selasa (14/9/2021).  

"Toko Baru (di film gue plesetkan menjadi Toko Jaya Baru) yang beroperasi sejak 1985, akhirnya harus menyudahi perjalanannya setelah 36 tahun," lanjutnya.  

Ernest menuturkan sedikit kenangan mengenai toko sang ibunda. Meski sederhana, tetapi toko itu lah yang mampu menyokong kehidupan ekonomi keluarganya.  

"Toko yang praktis menjadi sumber utama nafkah keluarga kami, setelah bisnis bokap hancur akibat krisis 1998," ungkap Ernest.  

Namun seiring berkembangnya zaman, kehadiran toko kelontong makin tersisih. Apalagi semenjak pandemi covid-19 yang mengubah pola kehidupan masyarakat dalam berbelanja. 

"Pandemi membuat pola belanja berubah, dan fasilitas online yang memang sudah membuat toko kelontong old school tergerus, semakin menggilas tanpa ampun," tulisnya.  

Meski berat, Ernest berusaha menerima kenyataan bahwa toko milik keluarga yang bersejarah itu harus ditutup. Ia pun berusaha menguatkan hati sang ibunda untuk terus melanjutkan hidup.  

"Zaman berubah. Hidup berlanjut. Tidak ada yang perlu disesalkan, hanya ada hal-hal baik yang layak disyukuri. Yang sabar ya Ma, I’m always here (aku selalu ada di sini," tulisnya lagi. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD