sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Gaya Hidup di Iklim Tropis Tingkatkan Risiko Batu Ginjal, Dokter Ungkap Penyebabnya

Ecotainment editor Mei Sada
30/07/2026 11:58 WIB
Gaya hidup masyarakat Indonesia yang tinggal di wilayah beriklim tropis menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal.
Gaya Hidup di Iklim Tropis Tingkatkan Risiko Batu Ginjal, Dokter Ungkap Penyebabnya. (Foto: RG Hospitals)
Gaya Hidup di Iklim Tropis Tingkatkan Risiko Batu Ginjal, Dokter Ungkap Penyebabnya. (Foto: RG Hospitals)

IDXChannel—Penyakit batu ginjal tak lagi identik dengan usia lanjut. Orang dewasa berusia 25-35 tahun justru menjadi kelompok yang perlu mulai rutin melakukan skrining kesehatan ginjal untuk mendeteksi gangguan sejak dini.

Dokter Konsultan Urologi Subspesialis Trauma & Rekonstruksi Saluran Kemih Bethsaida Hospital Gading Serpong, dr. Donny Eka Putra, Sp.U., Subsp.TRK(K) menjelaskan bahwa gaya hidup masyarakat Indonesia yang tinggal di wilayah beriklim tropis menjadi salah satu faktor yang meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal.

“Negara kita tropis, badan cenderung dehidrasi kalau kurang minum. Apalagi yang bekerja di meja atau di lapangan dan lupa minum. Kristal-kristal hasil olahan makanan menumpuk di ginjal dan jadi batu,” ujarnya saat Peluncuran Urology & Nephrology Clinic Bethsaida Hospital Gading Serpong, Rabu (29/7/2026).

Menurut dr. Donny, terdapat tiga jenis kristal yang paling sering menjadi penyebab batu ginjal di Indonesia. Di antaranya asam urat, oksalat, dan kalsium. 

Karena itu, menjaga tubuh tetap terhidrasi menjadi langkah sederhana tetapi penting untuk mencegah pembentukan batu. Ia menyarankan orang dengan aktivitas normal mengonsumsi air putih sekitar 1,5 hingga 2 liter per hari. 

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement