AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

Hindarkan Keluarga dari Covid-19, Yuk Banyak-banyak Keramas di Rumah

ECOTAINMENT
Andaru Danurdana
Sabtu, 26 Juni 2021 18:06 WIB
Banyak elemen masyarakat yang terancam dengan naiknya kasus Covid-19 ini, termasuk keluarga-keluarga Indonesia.
Hindarkan Keluarga dari Covid-19, Yuk Banyak-banyak Keramas di Rumah. (Foto: MNC Media)
Hindarkan Keluarga dari Covid-19, Yuk Banyak-banyak Keramas di Rumah. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Kasus Covid-19 di Indonesia kembali melonjak. Banyak elemen masyarakat yang terancam dengan naiknya kasus Covid-19 ini, termasuk keluarga-keluarga Indonesia.

Menurut Deputi Bidang Kesetaraan Gender Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA), Lenny N Rosalin, melalui Sosialisasi Pencegahan dan Penanganan Covid-19 di Klaster Keluarga, orangtua dan keluarga harus menjadi contoh bagi anak dan sekitar dengan menerapkan prokes yang lebih ketat di lingkungan keluarga.

Pasalnya, menurut Sonny Harry Harmadi, Ketua Bidang Perubahan Perilaku Satuan Tugas Penanganan Covid-19, keluarga jadi tempat yang paling mudah menimbulkan klaster baru karena seringnya interaksi antara tiap anggota keluarga.

Mengenai hal ini, Perwakilan Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI), Dyah Agustina Waluyo, mengingatkan pentingnya menjaga kebersihan diri sebelum berkumpul dengan keluarga.

Dyah mengimbau untuk meninggalkan alas kaki di luar rumah sebelum masuk dan mendisinfeksi barang-barang yang dibawa dari luar. Setelah itu, cuci tangan dan kaki dengan bersih lalu mandi, keramas, serta ganti baju sebelum bersentuhan dengan anggota keluarga lain.

Sonny dari Satgas Covid menuturkan bahwa klaster keluarga seringkali muncul karena orangtua membiarkan anak bermain di luar rumah atau adanya kegiatan warga yang minim physical distancing. Dyah pun menyarankan agar keluarga mengurangi mobilitas dalam 2 hingga 3 minggu ke depan dan

“hanya keluar bila ada keperluan mendesak saja. Jaga kondisi tubuh dengan konsumsi makanan gizi seimbang, perbanyak konsumsi buah dan sayur, serta olahraga teratur.” (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD