AALI
9725
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
2390
ACES
800
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7700
ADHI
805
ADMF
8100
ADMG
176
ADRO
2960
AGAR
324
AGII
2100
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1070
AKSI
290
ALDO
860
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
214
Market Watch
Last updated : 2022/06/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.46
-0.84%
-4.57
IHSG
7016.06
-0.38%
-26.88
LQ45
1010.74
-0.81%
-8.25
HSI
22266.17
2.52%
+547.11
N225
26871.27
1.43%
+379.30
NYSE
14811.55
2.84%
+409.43
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,800
Emas
873,287 / gram

Kisah Perjalanan Nasida Ria, Grup Kasidah Berusia 47 Tahun yang Berhasil Tampil di Jerman

ECOTAINMENT
Andini Aprysheila/SEO
Kamis, 23 Juni 2022 08:50 WIB
Kisah perjalanan Nasida Ria, grup kasidah yang berkesempatan tampil di Jerman pada Opening Week Music Program Documenta Fifteen, Sabtu 18 Juni 2022
Kisah Perjalanan Nasida Ria, Grup Kasidah Berusia 47 Tahun yang Berhasil Tampil di Jerman (Foto: MNC Media)
Kisah Perjalanan Nasida Ria, Grup Kasidah Berusia 47 Tahun yang Berhasil Tampil di Jerman (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Kisah perjalanan Nasida Ria, grup kasidah yang berkesempatan tampil di Jerman pada Opening Week Music Program Documenta Fifteen, Sabtu 18 Juni 2022. Grup kasidah asal Indonesia ini tampil sebagai band pembuka dalam konser yang berlangsung di Kassel tersebut. 

Hal ini pertama terlihat pada video yang diunggah oleh akun Instagram @nasidariasemarang. Terlihat beberapa lagu yang mereka bawakan termasuk Kota Santri, Bom Nuklir, Dunia dalam Berita, dan satu lagu ikonik Perdamaian. Tidak hanya penonton asal Indonesia, bahkan warga asli Jerman pun tampak menikmati pertunjukan itu. Namun bagaimana awal kisah perjalanan Nasida Ria, hingga akhirnya dapat tampil di Jerman?

Grup Kasidah Nasida Ria Berusia 47 Tahun

Apakah Anda pernah mendengar grup kasidah ini sebelumnya? Nasida Ria merupakan salah satu band kasidah modern Indonesia yang dibentuk sejak 1975. Grup kasidah ini beranggotakan sembilan orang wanita yang berasal dari Semarang, Jawa Tengah. Mereka adalah Mudrikah Zain, Mutoharoh, Rien Jamain, Umi Kholifah, Musyarofah, Nunung, Alfiyah, Kudriyah, dan Nur Ain.

Nama Nasida Ria sendiri berasal dari kata “Nasyid” yang berarti lagu-lagu atau nyanyian dan kata “Ria” yang artinya gembira atau bersenang-senang. Berasal dari kata tersebut, maka arti dari nama grup musik ini berarti lagu atau nyanyian yang dibawakan.

Terbentuknya sembilan anggota ini merupakan murid dari seorang guru qiraat, yaitu bernama H. Mudrikah Zain atau biasa disapa dengan HM Zain. hingga saat ini beralih kepengurusan oleh Choliq Zalin.

Pada awalnya grup ini hanya menggunakan alat musik kasidah sederhana yaitu rebana. Namun, berhubung Wali Kota Semarang Iman Soeparto Tjakrajoeda yang merupakan penggemar grup itu, disanalah awal mula Nasida Ria mendapat bantuan beberapa alat musik dari sang Wali Kota Semarang, berupa gitar bas, biola, dan gitar. Adanya sumbangan tersebut, performa musik yang dibawakan jauh lebih meningkat.

Dengan merilis album pertama yang berjudul Alabaladil Makabul pada tahun 1978, Nasida Ria pun menandatangani kontrak dengan label Ira Puspita Record. 

Halaman : 1 2 3
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD