AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Kronologi Awkarin Sampai Disomasi Produk Kecantikan

ECOTAINMENT
Lintang Tribuana
Jum'at, 10 Desember 2021 09:37 WIB
Selebgram Karin Novilda alias Awkarin mendapatkan somasi karena diduga melanggar kontrak kerja dengan perusahaan produk kecantikan, PT Glafidsya RMA Groups. 
Kronologi Awkarin Sampai Disomasi Produk Kecantikan (FOTO: MNC Media)
Kronologi Awkarin Sampai Disomasi Produk Kecantikan (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Selebgram Karin Novilda alias Awkarin mendapatkan somasi karena diduga melanggar kontrak kerja dengan perusahaan produk kecantikan, PT Glafidsya RMA Groups. 

"Saudara Karin Novilda alias Awkarin yang melekat dalam kontrak yang dimaksud, maka saya mensomasi lisan lewat media ini agar saudara taat pada kontrak yang ditanda tangani," ujar  Razman, pengacara Glafidsya RMA Groups, saat jumpa pers di Hotel Golden Boutique, Jakarta Pusat, Rabu malam (8/12/21).

Mulanya, Karin melalui agensi Huge Enterprise membuat 20 ribu paket produk yang terikat kontrak dengan PT Glafidsya RMA Groups. Produknya adalah sun screen dan serum yang diberi nama Double Glowing Serum dan Sunscreen. 

Dalam kontrak, tertulis bahwa Karin harus menghabiskan 20 ribu paket tersebut. Sehingga, posisi kekasih Gangga Kusuma ini bukanlah sekadar brand ambassador atau endorsement yang hanya mempromosikan, melainkan kolaborasi produk. 

Sebelum somasi dilayangkan, manajemen PT. Glafidsya RMA Groups selalu mengingatkan poin apa saja yang tidak dilakukan. Sayangnya, tidak ada respons dari pihak terkait. 

Karin juga disebut sudah menerima pembayaran melalui agensinya, di awal persentasi profit dari produk terjual sebelum produk terjual. Bahkan, jumlah nominalnya tak sedikit. 

"Klien kami sudah memberikan sharing profit yang tidak sedikit (kepada Awkarin), ya pastilah miliaran," ujar Razman.

Produk skincare memiliki masa expired date selama 2 tahun, 4 bulan proses pengajuan bpom dan menunggu packaging produk. Jika 6 bulan menjelang expired date produk tak bisa dijual ke konsumen, maka Karin hanya punya waktu 1 tahun 2 bulan untuk menyelesaikan penjualannya.

Selanjutnya, pihak PT. Glafidsya RMA Groups meminta agar Karin bersama Huge Enterprise segera menanggapi somasi ini. Mereka ingin menemukan penyelesaian masalah terbaik. 

"Kami minta Huge Enterprise dan Awkarin untuk merespons somasi kami dan menemui pihak terkait, komunikasi dan diskusikan. Cari penyelesaiannya supaya clear," tutur Razman.  (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD