Dengan persepsi tersebut, Lukhcy ingin berinovasi untuk membuat batik yang motifnya lebih simple sehingga bisa dikombinasikan dengan setelan lain agar bisa diterima oleh milenial
Foto: Dok Laskala
Bisnis batik yang lahir pada saat awal pandemi 2020 ini awalnya berjualan hanya mengandalkan digital marketing. Namun membuka bisnis di tengah pandemi Laskala batik mempunyai tantangan pula, yakni daya beli masyarakat yang cenderung turun karena daya guna batik rendah karena tidak bisa digunakan kegiatan kemana pun.
Adapun desain yang digunakan Laskala untuk batik-batiknya, lanjut Lukhcy, mengambil referensi dari pasar yang sedang tren saat ini. Laskala juga melakukan kerja sama dengan menggandeng konveksi dari berbagai daerah. Saat ini Laskala mampu mencapai titik puncak dalam bisnisnya setelah turning point selama satu tahun.
(FRI/Ridho Hatmanto)