AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
720
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
815
ADMF
8200
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
310
AGII
2220
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
154
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1160
AKSI
272
ALDO
745
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
546.99
1.02%
+5.51
IHSG
7186.56
0.74%
+53.11
LQ45
1026.34
0.98%
+9.98
HSI
19763.91
-0.8%
-158.54
N225
28942.14
-0.96%
-280.63
NYSE
0.00
-100%
-15846.79
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
836,469 / gram

Negara-negara Ini Andalkan Pariwisata Jadi Pemasukan Utama

ECOTAINMENT
Rahmi Rizal
Sabtu, 25 Juni 2022 02:02 WIB
Pemasukan sangat dibutuhkan negara untuk dapat melaksanakan pembangunan dan menggaji aparaturnya. Tapi ada yang cukup mengandalkan pariwisata, ini daftarnya.
Negara-negara Ini Andalkan Pariwisata Jadi Pemasukan Utama. (Foto: MNC Media)
Negara-negara Ini Andalkan Pariwisata Jadi Pemasukan Utama. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pemasukan sangat dibutuhkan negara untuk dapat melaksanakan pembangunan dan menggaji aparaturnya. Ada berbagai macam sumber pendapatan, mulai dari perdagangan ekspor dan impor, pajak hingga wisata.

Alih-alih memanfaatkan perdagangan, beberapa negara ini justru mengandalkan sektor pariwisata sebagai sumber pemasukan utama. Berikut daftarnya:

Sri Lanka

Sri Lanka adalah sebuah negara yang terletak di Asia Selatan. Sejatinya, Sri Lanka merupakan negara yang kaya akan keindahan alam serta budayanya. Mulai dari pantai dengan deburan ombak hingga air terjun alami, semua wisata alam menjadi daya tarik tersendiri bagi Sri Lanka. Hal inilah yang membuat Sri Lanka sangat membanggakan sektor pariwisatanya dan menjadikannya sebagai devisa utama negara.

Pengunjung dari luar negeri yang melancong ke Sri Lanka juga terus bertambah dari tahun ke tahun. Berdasarkan data dari Sri Lanka Tourism Development Authority (SLTDA), pengunjung internasional Sri Lanka mencapai 507.704 jiwa pada tahun 2020. Angka ini diperkirakan SLTDA akan terus bertambah, namun sayangnya pariwisata Sri Lanka terhambat karena pandemi Covid-19.

Bahkan baru-baru ini, Sri Lanka mengalami krisis ekonomi parah dan harus meminta pinjaman dari IMF (International Monetary Fund). Hal ini diakibatkan oleh tidak adanya pemasukan negara, lantaran pendapatan terbesar berasal dari sektor pariwisata. Sri Lanka tidak bisa membayar utang luar negeri sekaligus diperparah dengan krisis ekonomi dalam negeri.

Singapura

Singapura merupakan rumah dari pusat perbelanjaan mewah serta perkembangan teknologi yang mumpuni. Ditambah lagi, Singapura merupakan negara yang terdiri dari beragam etnis sehingga budaya di negara ini terakulturasi dengan baik.

Mengutip dari statista.com, Singapura menghasilkan miliaran SGD hanya untuk sektor pariwisatanya. Terlihat bahwa di tahun 2019, Singapura mendapat 27,69 miliar SGD. Jumlah ini menurun drastis pada dua tahun setelahnya, di mana Singapura hanya menghasilkan 4,83 miliar SGD pada tahun 2020 dan 1,89 miliar SGD pada tahun 2021.

Sama seperti Sri Lanka, merosotnya penghasilan pariwisata Singapura diakibatkan oleh pandemi Covid-19.

Korea Selatan

Perlu diakui, Negeri Ginseng ini melejit naik menjadi pilihan pariwisata turis internasional akibat budaya K-Pop atau hallyu wave-nya. Tercatat pada tahun 2019 saja, sektor pariwisata penyumbang besar PDB Korea Selatan hingga naik 4,2% dari total ekonomi (KRW 81,4 miliar).

Sedangkan pada tahun 2021 dan 2022, belum ada data pasti yang menyatakan devisa negara Korea Selatan dari pariwisata, namun diprediksi jumlah tersebut akan bertambah secara perlahan.

Korea Selatan baru-baru ini juga telah membuka kembali perbatasan negaranya untuk bisa dikunjungi pelancong internasional. Tercatat juga pada website resmi Visit Korea bahwa Indonesia termasuk ke dalam negara yang paling banyak menyumbang pengunjung internasional. Sebelum pandemi, Indonesia menduduki peringkat ke-11 dengan pengunjung sebanyak 278.575 jiwa pada tahun 2019. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD