AALI
9725
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
2390
ACES
800
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7700
ADHI
805
ADMF
8100
ADMG
176
ADRO
2960
AGAR
324
AGII
2100
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
56
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1070
AKSI
290
ALDO
860
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
214
Market Watch
Last updated : 2022/06/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.46
-0.84%
-4.57
IHSG
7016.06
-0.38%
-26.88
LQ45
1010.74
-0.81%
-8.25
HSI
22229.52
2.35%
+510.46
N225
26871.27
1.43%
+379.30
NYSE
14811.55
2.84%
+409.43
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,800
Emas
873,287 / gram

Musim Libur Sekolah, Saham Pariwisata Mana yang Menarik?

MARKET NEWS
Aldo Fernando - Riset
Rabu, 22 Juni 2022 13:16 WIB
Libur sekolah yang akan berlangsung di akhir Juni ini hingga awal bulan depan sejatinya bisa menjadi katalis positif bagi industri pariwisata Tanah Air.
Musim Libur Sekolah, Saham Pariwisata Mana yang Menarik? (Foto: MNC Media)
Musim Libur Sekolah, Saham Pariwisata Mana yang Menarik? (Foto: MNC Media)

IDXChannelLibur sekolah yang akan berlangsung di akhir Juni ini hingga awal bulan depan sejatinya bisa menjadi katalis positif bagi industri pariwisata Tanah Air, termasuk emiten-emiten yang manggung di bursa. Lantas, bagaimana sebenarnya kinerja saham emiten terkait sejauh ini?

Pelonggaran pembatasan mobilitas (PPKM) bisa menjadi angin segar bagi emiten-emiten yang bergerak di bidang perhotelan, jasa penerbangan, hingga tempat rekreasi dan taman bermain.

Seiring melandainya kasus Covid-19 di RI, mobilitas masyarakat memang cenderung meningkat.

Menyimak data Laporan Mobilitas Masyarakat selama Pandemi Covid-19 dari Google, per 18 Juni 2022, misalnya, kunjungan masyarakat ke tempat retail & rekreasi naik 9% dibandingkan dasar pengukuran (dengan nilai median untuk hari yang sesuai selama periode 5 minggu, yaitu 3 Jan–6 Feb 2020).

Kemudian kunjungan ke taman meningkat 38%, toko bahan makanan & apotek meningkat 30% dan ke tempat kerja naik 17%.

Di bawah ini, Tim Riset IDX Channel akan mengulas secara singkat sejumlah kinerja saham emiten hotel hingga pariwisita selama sepekan hingga data sejak awal tahun (YTD).

Gerak Saham Hotel 

Menurut hemat Tim Riset IDX Channel, katalis soal musim libur sekolah belum tampak turut menggerakkan saham-saham emiten leisure tersebut. Apalagi, saham-saham tersebut cenderung sedang dalam tren menurun alias downtrend. (Lihat Dua tabel di bawah ini.)

Catatan saja, saham-saham emiten tersebut cenderung tidak begitu likuid, misalnya, dibandingkan dengan emiten-emiten properti utama pengelola mal.

Sumber: BEI, RTI |*sedang disuspensi oleh bursa |Data per Rabu (22/6), pukul  10.36 WIB

Kalau menilik tabel di atas, saham pengelola hotel Grand Sahid, PT Hotel Sahid Jaya Tbk (SHID) mungkin memiliki kinerja paling positif di antara lainnya, dengan lonjakan 182,05% secara ytd hingga sesi I Rabu (22/6/2022), pukul 10.36 WIB.

Hanya saja, saham SHID tidak terlalu likuid. Contoh saja, hari ini, saham SHID diperdagangkan dengan nilai transaksi Rp728,05 juta dan volume 328,60 ribu saham.

Kendati moncer secara ytd, saham SHID lesu setidaknya selama sebulan terakhir (minus 2,22%).

 Informasi saja, saham SHID sempat berada di level Rp780/saham pada akhir Desember tahun lalu sebelum menemukan momentum lonjakan sepanjang Januari 2022.

Soal kinerja teranyar, per kuartal I 2022 SHID membukukan kenaikan pendapatan 13,65% secara tahunan menjadi Rp17,24 miliar. Sejurus dengan itu, rugi bersih SHID sedikit mengempis menjadi Rp8,39 miliar, dari periode yang sama 2021 merugi Rp8,74 miliar.

Selain SHID, saham pemilik hotel Sunlake Hotel Jakarta, PT Sunter Lakeside Hotel Tbk (SNLK) memiliki kinerja yang tokcer.

Selama sepekan, saham ini melesat 31,34% dan dalam sebulan melejit 51,72%. Alhasil, secara ytd, saham SNLK melonjak 46,67%.

Lonjakan yang luar biasa dimulai sejak saham SNLK memutus tren penurunan (setelah menyentuh Rp426/saham pada 17 Maret 2022). Kemudian, saham SNLK menemukan momentum tren kenaikan sejak April dan kemudian semakin kencang sepanjang bulan ini.

Selama 16-17 Juni atau Kamis sampai Jumat minggu lalu, misalnya, saham SNLK melesat masing-masing 19,40% dan 8,33%.

Kenaikan tersebut membuat BEI  mengumumkan terjadi peningkatan harga saham SNLK yang di luar kebiasaan (Unusual Market Activity/UMA).

Seperti SHID, SNLK masih membukukan rugi bersih Rp1,86 miliar per 31 Maret 2022. Angka tersebut membengkak dari rugi periode kuartal I 2021 yang sebesar Rp698,13 juta.

Beban pokok dan operasional yang meningkat signifikan membuat peningkatan pendapatan bersih sebesar 64,97% yoy menjadi Rp7,34 miliar pada triwulan I 2022 tidak berdampak banyak bagi bottom line perusahaan.

Nasib Saham Travel dan Hiburan

Dari tabel di bawah ini, dua saham travel dan hiburan tidak aktif diperdagangkan. Pertama, emiten Grup Bakrie dan pengelola The Jungle Waterpark Bogor PT Graha Andrasentra Propertindo Tbk (JGLE) yang berada di level gocap alias Rp50/saham.

Sejak 2018, saham JGLE tidak beranjak dari level gocap. Saat ini, saham JGLE memiliki notasi X atau sedang dalam pemantauan khusus bursa.

Kedua, saham emiten maskapai penerbangan pelat merah, PT Garuda Indonesia Tbk (GIAA) yang disuspensi oleh BEI sejak 18 Juni 2021 di tengah permasalahan utang yang menggunung.

Saat ini, saham GIAA disematkan sejumlah notasi khusus, mulai dari huruf M (adanya permohonan Penundaan Kewajiban Pembayaran Utang/PKPU), E (ekuitas negatif), D (adanya opini “Tidak Menyatakan Pendapat (Disclaimer)” dari akuntan publik), hingga L (telat melaporkan laporan keuangan).

Sumber: BEI, RTI |*sedang disuspensi oleh bursa |Data per Rabu (22/6), pukul  10.36 WIB

Sementara, saham emiten maskapai penerbangan AirAsia PT AirAsia Indonesia Tbk (CMPP) menjadi yang paling naik sejak awal tahun, yakni 30,43%. Hanya saja, sejak menembus Rp800/saham pada 4 April 2022, saham CMPP dalam tren menurun.

Sebagai informasi, CMPP saat ini mendapatkan notasi khusus E atau defisit ekuitas dan sedang dalam pemantauan khusus bursa.

Kendati tidak begitu likuid, saham emiten pariwisata PT Panorama Sentrawisata Tbk (PANR) berhasil naik 4,72% sepekan, menguat 3,74% dalam sebulan, dan naik 4,72%. Namun, fluktuasi pergerakan saham ini cukup tinggi.

Saham PANR sempat  berada di Rp324/saham pada 24 Januari lalu dan pada 8 April menyentuh Rp310/saham. Setelah itu, saham ini belum kembali lagi ke level Rp300/saham.

PANR juga masih merugi Rp17,90 miliar per kuartal I tahun ini, kendati mengecil dibandingkan periode yang sama 2021 dengan rugi bersih Rp31,12 miliar. (ADF)


Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD