Perubahan tersebut menjadi kelanjutan dari beragam kemudahan akses yang telah diperkenalkan pemerintah Saudi. Sebelumnya, Arab Saudi menghadirkan tourist e-Visa, Visa on Arrival, dan Stopover Transit Visa.
Berbagai kebijakan itu membuat akses masuk semakin mudah bagi wisatawan internasional. Dampaknya terlihat dari pertumbuhan kunjungan yang terus meningkat. Sepanjang 2025, Saudi menerima lebih dari 29 juta wisatawan mancanegara.
Menteri Pariwisata Saudi, Ahmed Al Khateeb, mengatakan, pengalaman wisata harus dimulai sejak proses pemesanan. Menurut dia, perjalanan seharusnya berlangsung mudah dan tanpa hambatan.
"Perjalanan harus mudah dan nyaman sejak awal," katanya dalam keterangan resmi, dikutip Jumat (10/7/2026).
Ia menilai integrasi layanan dapat menciptakan pengalaman yang lebih baik. Hal ini sekaligus memperkuat posisi Saudi sebagai destinasi yang semakin terbuka bagi wisatawan global.