sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Rekomendasi Ekowisata Sulteng, Menelusuri Hutan Ranjuri dalam Selembar Batik Valiri

Ecotainment editor Niko Prayoga
07/07/2026 15:47 WIB
Batik Valiri diproduksi di Desa Beka, Kecamatan Marawola, Kabupaten Sigi.
Rekomendasi Ekowisata Sulteng, Menelusuri Hutan Ranjuri dalam Selembar Batik Valiri. (Foto: MNC Media)
Rekomendasi Ekowisata Sulteng, Menelusuri Hutan Ranjuri dalam Selembar Batik Valiri. (Foto: MNC Media)

IDXChannel—Traveling bukan sekadar berkunjung ke tempat baru, bersenang-senang, lalu pulang membawa dokumentasi estetis. Lebih dari itu, perjalanan sejati adalah sebuah proses untuk memahami, meresapi, dan menghargai kekayaan alam, budaya, hingga adat istiadat masyarakat setempat.

Indonesia, memiliki bentang alam memukau yang berpadu erat dengan kelestarian budaya. Salah satu destinasi yang wajib masuk dalam daftar buruan para pelancong adalah Ekowisata Batik Valiri di Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah.

Berbeda dengan objek wisata konvensional, Ekowisata Batik Valiri menawarkan wawasan mendalam dan hikayat tentang Hutan Ranjuri, sebuah hutan adat yang menjadi penyangga ekologis turun-temurun bagi masyarakat lokal. 

Harmoni tersebut tertuang indah dalam selembar kain Batik Valiri. Setiap motifnya memuat filosofi, sejarah, dan rekam jejak hubungan magis antara masyarakat adat dengan Hutan Ranjuri selama berabad-abad.

Sebelum melihat proses membatik, wisatawan akan diajak menyusuri Hutan Ranjuri seluas sembilan hektare. Hutan purba inilah yang menjadi sumber inspirasi visual sekaligus penyedia bahan pewarna alami kain tersebut. Menariknya, pengunjung juga bisa merasakan langsung sensasi mencanting batik mereka sendiri.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement