AALI
10425
ABBA
424
ABDA
0
ABMM
1500
ACES
1405
ACST
282
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1185
ADMF
7975
ADMG
228
ADRO
1860
AGAR
346
AGII
1515
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
204
AHAP
64
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
240
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
635
AKRA
4280
AKSI
430
ALDO
705
ALKA
234
ALMI
234
ALTO
308
Market Watch
Last updated : 2021/10/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
517.26
-0.05%
-0.28
IHSG
6633.34
0.11%
+7.22
LQ45
972.21
-0.05%
-0.45
HSI
25330.96
1.48%
+368.37
N225
29068.63
1.81%
+517.70
NYSE
16744.29
1.4%
+231.13
Kurs
HKD/IDR 1,817
USD/IDR 14,150
Emas
812,528 / gram

Pertama Kalinya, Australia Bakal Luncurkan Misi ke Bulan pada 2026

ECOTAINMENT
Muhaimin
Kamis, 14 Oktober 2021 18:02 WIB
Tanah Bulan atau regolith diperkirakan mengandung oksigen dalam bentuk oksida.
Pertama Kalinya, Australia Bakal Luncurkan Misi ke Bulan pada 2026 (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Australia kabarnya akan meluncurkan misi eksplorasi ke Bulan untuk pertama kalinya pada awal 2026 mendatang. 

Canberra akan mengirimkan sebuah rover buatannya sendiri yang akan dioperasikan Badan Penerbangan dan Antarika (NASA) Amerika Serikat (AS). 

Australia telah menandatangani kesepakatan dengan NASA untuk mengembangkan rover atau kendaraan penjelajah kecil yang akan memiliki kemampuan untuk mengambil batu dan debu bulan dan membawanya kembali ke pendarat Bulan yang dioperasikan oleh NASA. 

Tanah Bulan atau regolith diperkirakan mengandung oksigen dalam bentuk oksida. NASA, dengan peralatan terpisah, akan bertujuan untuk mengekstrak oksigen dari sampel. 

"Ini adalah langkah kunci untuk membangun kehadiran manusia yang berkelanjutan di Bulan, serta mendukung misi masa depan ke Mars," kata pemerintah Australia dalam sebuah pernyataan, seperti dikutip CNN Internasional Kamis (14/10/2021). 

Perjanjian tersebut, yang mencakup kontribusi sebesar 50 juta dollar Australia (USD37 juta), merupakan bagian dari inisiatif Bulan ke Mars Australia. 

"Ini adalah sejarah Bulan untuk Australia. Kami akan melihat bisnis Australia, penelitian, merancang dan membangun sebuah rover yang akan pergi ke Bulan dan melakukan beberapa sains menarik," kata Enrico Palermo, kepala Badan Antariksa Australia (ASA) dalam program televisi "Today". 

Palermo mengatakan Australia berada di ujung tombak teknologi dan sistem robotika untuk operasi jarak jauh, yang akan menjadi pusat pengaturan kehadiran berkelanjutan di Bulan dan akhirnya mendukung eksplorasi manusia di Mars. 

Administrator NASA Bill Nelson mengatakan kesepakatan dengan Australia memperluas koalisi negara-negara yang mendukung kembalinya umat manusia ke Bulan di bawah program Artemis. 

"Dengan bekerja sama dengan Badan Antariksa Australia dan mitra kami di seluruh dunia, NASA akan mengungkap lebih banyak penemuan dan menyelesaikan lebih banyak penelitian melalui program Artemis," kata Nelson dalam sebuah pernyataan. 

Tujuan Artemis adalah untuk mendaratkan wanita pertama dan pria berikutnya di Bulan pada tahun 2024—meskipun tenggat waktu itu mungkin tidak layak karena masalah dengan pakaian antariksa, sebagaimana laporan bulan Agustus dari pengawas NASA. 

Artemis mengandalkan kemitraan, baik internasional maupun komersial, untuk menciptakan keberadaan manusia yang berkelanjutan dan langgeng di dalam dan di sekitar Bulan, dengan tujuan akhirnya menggunakan pelajaran yang dipetik dari Artemis untuk mendaratkan manusia pertama di Mars.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD