AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Return Reksadana Pasar Uang Bisa Turun? Ini Penjelasannya

ECOTAINMENT
Shifa Nurhaliza
Minggu, 01 Agustus 2021 15:08 WIB
Return reksadana pasar uang diketahui memiliki risiko rendah penurunan nilai. Hal itu membuat reksadana pasar uang kerap menjadi pilihan yang menjanjikan.
Return Reksadana Pasar Uang Bisa Turun? Ini Penjelasannya. (Foto: MNC Media)

IDXChannel – Return reksadana pasar uang diketahui memiliki risiko rendah penurunan nilai. Hal itu membuat reksadana pasar uang kerap menjadi pilihan yang menjanjikan bagi investor pemula. Pilihan ini juga menjadi salah satu pertimbangan bagi investor yang enggan menerima risiko besar dalam investasi pasar uang.

Dengan menawarkan imbal hasil lebih tinggi daripada menabung di bank, risiko lebih terukur hingga bersifat likuid atau bisa dicairkan kapanpun membuat reksadana juga menjadi pilihan primadona generasi milenial karena mampu menjawab kebutuhan dan keinginan mereka.

Mengutip laman resmi Bursa Efek Indonesia (BEI), Minggu (1/8/2021), reksadana pasar uang merupakan jenis reksadana yang instrumen investasinya ditujukan pada efek yang bersifat utang dengan jatuh tempo kurang dari satu tahun.

Selain itu, reksadana pasar uang juga miliki tujuan untuk menjaga likuiditas dan pemeliharaan modal. Ditambah reksadana pasar uang berisi 100% instrumen pasar uang seperti deposito, obligasi, serta Sertifikat Bank Indonesia atau SBI. Begitupun pengelolaan dana investasi diatur penuh oleh manajer investasi atau MI.

Namun di antara keuntungan yang ditawarkan, meski memiliki risiko rendah, bukan berarti nilai reksadana pasar uang tidak mungkin turun. Ada saat dimana harga atau nilai aktiva bersih reksadana per unit penyertaan (NAB/UP) turun.

Pergerakan harga reksadana ini diakibatkan oleh berubahnya nilai aset yang ada dalam portofolio reksadana tersebut. Bagi reksadana pasar uang, aset yang dimaksud adalah deposito dan obligasi yang jatuh temponya kurang dari setahun.

Adapun keuntungan dari return reksadana pasar uang yakni tidak butuh modal besar, bisa dicairkan kapan saja, keuntungan lebih tingga dibanding deposito bank umum, jangka waktu investasi fleksibel, dan minim risiko.

Sedangkan kekurangan return reksadana pasar uang yaitu nilai return bergantung pada fluktuasi bunga di pasar, terdampak negatif jika ada wanprestasi atau gagal bayar dari penerbit utang, serta MI tidak bisa mengembalikan dana investasi jika ada penarikan besar-besaran. (Firda)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD