The Knoble memprediksikan event World Cup berpotensi memicu 28.500 transaksi keuangan yang mencurigakan dalam skala global. Adapun area yang rawan terjadi penipuan adalah ticketing, travel (perjalanan), dan penipuan online.
Sebastiao juga memperingatkan bahwa jaringan penipu global yang aktif pada event-event besar tahunan biasanya dikelola oleh jaringan kejahatan besar, bahkan terkadang dilindungi oleh negara-negara tertentu.
“Kita bicara jaringan global yang disponsori oleh Korea Utara, beberapa negara di Afrika, Eropa Timur, dan Amerika Latin. Wilayah-wilayah di mana sistem hukum kita (AS) tidak dapat menjangkau,” lanjutnya.
Dia juga mengatakan tindak kejahatan selama event besar tidak terbatas hanya pada penipuan online dan penipuan tiket, tetapi juga mencakup kejahatan di lokasi seperti perdagangan orang (human trafficking).
“Setiap kali ada perkumpulan besar, ada orang-orang yang diperdagangkan untuk tujuan eksploitasi seksual. Mereka korban, dipaksa melakukan itu karena mereka imigran legal,” kata Sebastiao.