AALI
8425
ABBA
550
ABDA
0
ABMM
1220
ACES
1315
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2720
ADHI
920
ADMF
7650
ADMG
216
ADRO
1395
AGAR
368
AGII
1370
AGRO
2320
AGRO-R
0
AGRS
246
AHAP
70
AIMS
342
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4060
AKSI
420
ALDO
720
ALKA
272
ALMI
238
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/09/23 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.03
0.27%
+1.26
IHSG
6129.58
0.35%
+21.31
LQ45
864.65
0.29%
+2.47
HSI
24491.01
1.11%
+269.47
N225
29639.40
-0.67%
-200.31
NYSE
16352.18
1.04%
+167.68
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
807,330 / gram

Selain Konjungsi Bulan, Ini Deretan Fenomena Antariksa di Minggu Ketiga Mei 

ECOTAINMENT
Fikri Kurniawan/Sindonews
Senin, 17 Mei 2021 16:19 WIB
Memasuki pekan ketiga di Mei 2021, akan ada beberapa fenomena antariksa yang bisa dipantau oleh pencinta astronomi.
MNC Media

IDXChannel - Memasuki pekan ketiga di Mei 2021, akan ada beberapa fenomena antariksa yang bisa dipantau oleh pencinta astronomi. Seperti diketahui, fenomena di luar angkasa selalu berubah-ubah setiap harinya.

Berikut ini beberapa fenomena antariksa yang terjadi sepanjang 17–23 Mei 2021, dilansir dari Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Senin (17/5/2021).

Konjungsi Bulan - Pollux (17 Mei)

Bulan akan mengalami konjungsi dengan Pollux, bintang utama di konstelasi Gemini, pada 17 Mei 2021 pukul 07.32 WIB dengan sudut pisah 3,17°.

Akan tetapi, fenomena ini baru bisa disaksikan ketika awal senja bahari (ketinggian Matahari -6°) dari arah barat laut, dengan sudut pisah 5,46°.

Bulan berada pada fase sabit awal dengan iluminasi 26,4%, sementara kecerlangan Pollux +1,15.

Elongasi Timur Maksimum Merkurius (17 Mei)

Fenomena ini terjadi pada pukul 12.46 WIB atau 13.46 WITA atau 14.46 WIT, dengan elongasi maksimum sebesar 22°01', magnitudo +0,5, dan berjarak 0,834 sa atau 124,8 juta km dari Bumi.

Fenomena ini dapat disaksikan setelah terbenam Matahari dari arah barat-barat laut dengan ketinggian Merkurius bervariasi di antara 18,3°–20,6°.

Fase Perbani Awal (19 Mei)

Puncaknya terjadi pada 20 Mei 2021 pukul 02.12.31 WIB atau 03.12.31 WITA atau 04.12.31 WIT. Sehingga fenomena ini baru dapat disaksikan ketika terbit pada 19 Mei 2021 setelah tengah hari dari arah timur-timur laut.

Kemudian berkulminasi di arah utara setelah terbenam Matahari dan terbenam di arah barat-barat laut setelah tengah malam.

Konjungsi Merkurius–Venus (20 Mei - 3 Juni)

Fenomena ini dapat disaksikan dari arah barat-barat laut ketika pertengahan fajar bahari (ketinggian Matahari -9°).

Magnitudo Merkurius bervariasi antara +0,74 hingga +3,69, sedangkan magnitudo Venus bervariasi antara -3,90 hingga -3,89.

Dikarenakan Merkurius cukup redup saat di ufuk rendah, disarankan dapat mengamati Merkurius menggunakan alat bantu seperti binokuler.

Retrograde Saturnus (23 Mei)

Fenomena ini dimulai pukul 16.27 WIB atau 17.27 WITA atau 18.27 WIT. Puncaknya adalah ketika oposisi di tanggal 2 Agustus dan berakhir pada 11 Oktober 2021 pukul 09.38 WIB atau 10.38 WITA atau 11.38 WIT.

Retrograde Saturnus terjadi setiap tahun dengan selang waktu 377 hari, dan kali ini terjadi selama 141 hari. Fenomena ini terletak di konstelasi Capriconus.

Bulan akan mengalami konjungsi dengan Pollux, bintang utama di konstelasi Gemini, pada 17 Mei 2021 pukul 07.32 WIB dengan sudut pisah 3,17°.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD