AALI
9700
ABBA
286
ABDA
7375
ABMM
1380
ACES
1340
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
194
ADRO
2230
AGAR
344
AGII
1435
AGRO
1345
AGRO-R
0
AGRS
167
AHAP
69
AIMS
372
AIMS-W
0
AISA
179
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1140
AKRA
785
AKSI
845
ALDO
1485
ALKA
346
ALMI
278
ALTO
270
Market Watch
Last updated : 2022/01/19 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
502.22
-0.66%
-3.34
IHSG
6591.98
-0.33%
-22.08
LQ45
938.61
-0.66%
-6.20
HSI
24064.06
-0.2%
-48.72
N225
27467.23
-2.8%
-790.02
NYSE
16950.91
-1.56%
-268.15
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,369
Emas
837,003 / gram

Simpan Banyak Logam Berharga, Asteroid Dianggap Miliki Nilai Ekonomi yang Tinggi

ECOTAINMENT
Wahyu Sibarani
Rabu, 25 Agustus 2021 07:26 WIB
Asteroid ternyata memiliki banyak logam berharga. Selain jadi objek penelitian,Asteroid dianggap memiliki nilai ekonomi tinggi karena kandungannya yang berharga
Simpan Banyak Logam Berharga, Asteroid Dianggap Miliki Nilai Ekonomi yang Tinggi (FOTO:MNC Media)
Simpan Banyak Logam Berharga, Asteroid Dianggap Miliki Nilai Ekonomi yang Tinggi (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Asteroid ternyata memiliki banyak logam berharga. Selain jadi objek penelitian, Asteroid dianggap memiliki nilai ekonomi tinggi karena kandungannya yang sangat berharga. 

Baru-baru ini dalam situs Space.com, Paul M Sutter, ahli astrofisika dari Stony Brook and the Flatiron Institute menulis asteroid memiliki kandungan logam yang sangat berharga salah satunya adalah emas. "Asteroid memiliki kandungan emas yang sangat besar termasuk logam lainnya yang menjanjikan kekayaan seumur hidup," tulis Paul M Sutter. 

Sebagaimana Bumi yang menyimpan banyak kandungan logam yang berharga, asteroid juga memiliki hal yang sama. Paul M Sutter menuturkan sebagian besar logam berharga yang ada di Bumi tersimpan sangat dalam di perut Bumi. Hal itu terjad karena logam-logam berharga yang ada di Bumi ikut tenggelam ketika Bumi masih dalam keadaan cair. 

Dia beranalisis logam berharga yang bisa diakses oleh masyarakat saat ini, yang didapat tidak terlau jauh dari dalam bumi, justru merupakan logam-logam berharga yang terkandung di Asteroid yang sampai ke Bumi. 

Emas menurut Paul M Sutter bukan satu-satunya logam berharga yang memiliki terkandung dalam jumlah besar di asteroid. Logam berharga lainnya adalah nikel dan besi. Hal ini terjadi karena asteroid tidak lain adalah sisa-sisa dari almost planet yang ada di luar angkasa. 

"Mereka (asteroid) mengandung semua campuran elemen yang sama dengan sepupu planet mereka yang lebih besar," tulisnya. 

Dia mencontohkan Asteroid 16 Psyche yang mengangdung sekitar 10 miliar kilogram nikel dan besi. Kedua logam ini sangat dibutuhkan oleh berbagai industri yang ada saat ini. Menurutnya kedua logam yang ada di 16 Psyche itu dapat memasok kebutuhan industri selama beberapa juta tahun. 

Dan Anda tidak perlu menggali inti mereka untuk mendapatkannya seperti kita menggali emas dan logam-logam lainnya," terang Paul M Shutter. 

Masalahnya adalah asteroid bukan seperti meteoroid yang sering jatuh ke Bumi. Bahkan kalau jatuh pun Bumi akan gempar apalagi jika ukurannya sangat besar. Misalnya asteroid Bennu yang yang diperkirakan akan menabrak Bumi pada 2300. Asteroid Bennu diperkirakan akan membuat kawah yang sangat besar atau 100 kali ukuran kawan normal jika menabrak Bumi. 

Namun sebagai gambaran, meteorit yang jatuh di Bumi saja harganya bisa supermahal, maka bayangkan jika yang jatuh adalah asteroid. 

Menambang asteroid langsung di luar angkasa juga bukan solusi yang mudah menurut Paul M Shutter. Pasalnya akan membutuhkan banyak energi agar pesawat luar angkasa buatan masyarakat Bumi mampu mengikuti kecepatan asteroid. Apalagi menambang asteroid di tempatnya sendiri. "Agar sampai ke asteroid. Roket kita harus bisa menyamai kecepatan asteroid hingga 5,5 kilometer per detik," jelasnya. 

Dan begitu asteroid bisa ditambang, para pencari asteroid akan dihadapkan pada pilihan yang sulit. Mereka akan bingung antara mengolah seluruh logam yang ada di asteroid di luar angkasa atau membawa sekaligus logam mentah kembali ke Bumi, dengan semua limbahnya. 

Paul M Shutter sendiri melihat ada cara lain yang lebih rasional yakni menarik asteroid ke orbit Bumi. Begitu sampai di orbit Bumi, eksplorasi asteroid menurutnya akan jauh lebih mudah. 

"Begitu asteroid berada di ruang dekat Bumi, banyak kesulitan penambangan asteroid berkurang secara signifikan. Tantangan logistik, teknik, dan teknis yang sangat besar akan banyak berkurang," jelasnya. 

Saat ini beberapa proyek khusus memang pernah dibuat seperti Asteroid Redirect Mission yang dibuat oleh NASA. Begitu juga dengan misi OSIRIS-REx yang dibuat untuk mengalihkan asteroid Bennu. 

Menurutnya mengambil asteroid yang ukurannya superbesar memang terlalu beresiko. Hanya saja saat ini masih banyak asteroid dengan ukuran yang sangat ideal bisa ditarik ke orbit Bumi. 

"Tidak hanya untuk penambangan asteroid-asteroid yang bisa ditarik juga bisa untuk penelitian yang siapa tahu bisa menyelamatkan Bumi kemudian hari," tulisnya. Hanya saja seluruh misi tersebut justru dibatalkan. Jadi penambangan asteroid seperitnya masih jadi khayalan.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD