AALI
9675
ABBA
314
ABDA
6975
ABMM
1360
ACES
1260
ACST
186
ACST-R
0
ADES
3450
ADHI
810
ADMF
7600
ADMG
175
ADRO
2280
AGAR
360
AGII
1410
AGRO
1320
AGRO-R
0
AGRS
152
AHAP
68
AIMS
370
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1075
AKRA
735
AKSI
660
ALDO
1405
ALKA
294
ALMI
288
ALTO
274
Market Watch
Last updated : 2022/01/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
508.18
0.2%
+0.99
IHSG
6645.51
0.52%
+34.35
LQ45
949.77
0.29%
+2.75
HSI
23550.08
-1.08%
-256.92
N225
26717.34
2.09%
+547.04
NYSE
0.00
-100%
-16236.51
Kurs
HKD/IDR 1,842
USD/IDR 14,364
Emas
829,485 / gram

Ternyata! Harta Karun Bersejarah Indonesia Masih Tersimpan di Belanda

ECOTAINMENT
Muhammad Yan Yusuf
Sabtu, 23 Oktober 2021 07:40 WIB
Harta karun Indonesia yang masih tersimpan di museum milik Belanda bermacam-macam, mulai dari arca dan perhiasan. Jumlahnya diperkirakan ratusan ribu
Ternyata! Harta Karun Bersejarah Indonesia Masih Tersimpan di Belanda (FOTO:MNC Media)
Ternyata! Harta Karun Bersejarah Indonesia Masih Tersimpan di Belanda (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Terungkap, harta karun berupa benda-benda seni dan bersejarah bernilai tinggi milik Indonesia masih ada di Belanda. Bahkan, benda bersejarah itu dibawa dari Nusantara ke Eropa dan masih disimpan di museum sejak lama, termasuk di Museum Prinsenhof di Delft dan Tropenmuseum, Amsterdam. 

Belanda memang pernah mengembalikan harta karun Indonesia itu pada 20 November 2019 lalu dan kini sudah disimpan di Museum Nasional Indonesia Jakarta. Benda-benda bersejarah itu berasal dari Museum Prinsenhof. 

Jumlahnya mencapai 1.500, termasuk keris Bugis yang terlebih dulu diserahkan Perdana Menteri Belanda Mark Rutte kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) pada 23 November 2016. 

Budayawan Chandrian Attahiriyat mengatakan, harta karun Indonesia yang masih tersimpan di museum milik Belanda bermacam-macam, mulai dari arca dan perhiasan. Jumlahnya diperkirakan ratusan ribu bahkan lebih.  

"Kebanyakan seperti arca, prasasti, lontar, perhiasan, hingga senjata," kata Chandrian, Senin (18/10/2021) lalu. 

Semua benda itu dibawa saat Indonesia masih dikuasai oleh Belanda sehingga masih masuk dalam wilayah kekuasaan negara tersebut.  

Di sisi lain, upaya mengembalikan beberapa benda itu terus dilakukan pemerintah Indonesia. Berbagai cara terus dilakukan demi mengembalikan benda benda bersejarah itu melalui hubungan diplomatik dengan Kerajaan Belanda.  

Termasuk saat Raja Willem datang ke Indonesia dan mengembalikan sejumlah benda bersejarah. Beberapa benda yang dikembalikan termasuk keris Pangeran Diponegoro yang dikembalikan pada 2020 lalu.  

Chandrian mengungkapkan, mengembalikan beberapa benda itu susah-susah gampang. Pihak Belanda masih mengklaim bila benda-benda yang dibawa  milik mereka. Sebab, saat itu Indonesia masih Hindia Belanda.  

"Artinya itu masih dalam kekuasaan Belanda," katanya. Meski demikian, ini tidak membuat pemerintah Indonesia menyerah. Upaya mendekati secara persuasif terus dilakukan pemerintah Indonesia kepada pemerintah Belanda. Hanya saja Chandrian meyakini pengembalian tak gratis.  

"Saya yakin ada hitung-hitungan tak tertulis yang membuat Belanda sukarela memberikan barangnya kepada kita," ujarnya. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD